Jumat 29 May 2015 19:33 WIB

'Cabe-Cabean' Diangkat Jadi Film untuk Gugah Remaja

Rep: C24/ Red: Indira Rezkisari
Balapan liar yang mendorong munculnya fenomena 'cabe-cabean' atau remaja perempuan yang bergaul dengan pebalap liar akan segera diangkat ke layar lebar.
Foto: Antara
Balapan liar yang mendorong munculnya fenomena 'cabe-cabean' atau remaja perempuan yang bergaul dengan pebalap liar akan segera diangkat ke layar lebar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fenomena pergaulan anak muda yang krisis jati diri atau dalam proses mencari ja‎ti diri melahirkan gaya hidup yang terkadang dipandang negatif oleh banyak kalangan.

Diksi 'cabe-cabean' pun ‎sering digunakan oleh masyarakat luas untuk menyebut perempuan-perempuan baru gede atau gadis remaja yang terlibat dalam balapan liar para remaja laki-laki. Anak-anak ini masuk dalam rentang usia 14 sampai dengan 18 tahun.

Fenomena tersebut kini diangkat menjadi sebuah tontonan film layar lebar. Erna Pelita produser RK 23 Pictures  mengungkapkan motivasinya mengangkat fenomena ini ke dalam cerita visual film yang bisa disaksikan oleh banyak orang. Dia mengatakan fenomena 'cabe-cabean' menggelitik dirinya agar tingkah laku yang seperti ini tidak dijadikan pilihan oleh para remaja.

"Fenomena cabe-cabean‎ menggelitik saya. Hidup banyak pilihan.‎ Banyak anak-anak yang terjerumus ke sana, sehingga kita ingin menyampaikan pesan moral ‎lewat film ini," ujar Erna saat jumpa pers di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).‎

Selain itu sutradara film ini Biopi men‎gatakan dalam penggarapannya dia berusaha menyajikan adegan-adegan yang nyata terjadi di lingkungan sosial masyarakat. Sehingga, aksesoris yang digunakan dalam proses pengambilan gambar dibuat seidentik mungkin dengan yang dikenakan remaja-remaja pembalap liar tersebut.

"Kita pake motor yang tidak bagus, seperti King, motor bebek. Dan balapanya dilakukan agak brutal," ‎ungkapnya.

Film ini akan mulai tayang pada 4 Juni 2015 dibintangi oleh Yuki Kato, Ciccio Manassero dan Ratu Intan. Yuki mengatakan ikut main film ini karena hatinya tergugah ingin menyampaikan pesan moral kepada para remaja.

‎"Para cabe-cabean pasti mereka dipaksa menjadi orang yang bukan sebenarnya, oleh sebab itu lewat film ini semoga tidak banyak remaja yang terjerumus ke situ," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement