Ahad 17 May 2015 16:40 WIB

Festival Jajanan Bango Jadi Ajang Pelestarian Kuliner Nusantara

Rep: Yulianingsih/ Red: Indira Rezkisari
Festival Jajanan Bango diselenggarakan rutin untuk membuat masyarakat makin mengenal kuliner negara sendiri.
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Festival Jajanan Bango diselenggarakan rutin untuk membuat masyarakat makin mengenal kuliner negara sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Unilever Indonesia Tbk, sebagai produsen Kecap Bango menggelar Festival Jajanan Bango (FJB) 2015 di Halaman Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Ahad (17/5). FJB 2015 di Yogyakarta ini dihadiri ribuan masyarakat dari pagi hingga malam hari.

Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia, Nuning Wahyuningsih mengatakan, FJB tahun ini mengambil tema "Persembahan Kuliner dari Barat ke Timur Nusantara". FJB di Yogyakarta diikuti 56 stand kuliner yang menyajikan makanan khas Indonesia dari berbagai daerah.

FJB ini akan digelar juga di dua kota lain di Indonesia yaitu di Surabaya pada akhir Mei ini dan di Jakarta, Juni mendatang.

"Kekayaan kuliner Indonesia itu sangat luar biasa. Tugas kita adalah mengenalkan kekayaan nusantara ini ke generasi bangsa ini agar mereka lebih mengenal dan semakin mencintai kekayaan kuliner bangsanya sendiri," ujarnya.

Menurut Nuning, jika masyarakat Indonesia mencintai kuliner khas negaranya sendiri maka akan sangat mudah membawa warisan kuliner Indonesia ini ke kancah dunia. FJB kata Nuning, merupakan salah satu langkah Unilever dalam pelestarian dan pengembangan kekayaan kuliner Indonesia tersebut.

Diakuinya, daru 56 stand kuliner khas Indonesia yang hadir di FJB Yogyakarta, ada tiga legenda kuliner Indonesia yang menjadi peserta World Street Food Congress 2015. Ketiga legenda kuliner ini adalah Gudeg Yu Nap, Kupat Tahu Gempol dan Ayam Taliwang Bersaudara. Ajang pentas kuliner dunia di Singapura itupun diikuti puluhan kuliner dari 12 negara di dunia.

Penyelenggaraan FJB 2015 di Yogyakarta dipenuhi ribuan masyarakat. Puluhan stand kuliner nusantara di ajang tersebut penuh antrean pembeli. Salah satunya adalah Siomay Kang Cepot. Stand kuliner di Ujung Timur FJB Yogyakarta ini sampai kerepotan melayani pembeli.

Dengan harga satu porsi Rp 15 ribu, masyarakat terlihat antusias antre di depan loket kuliner ini. Bahkan baru dua jam FJB 2015 di buka, stand kuliner ini sudah kehabisan bumbu kacang. "Baru dua jam tetapi sudah lebih 300 porsi terjual," ujar Surya penjaga stand tersebut.

Bumbu kacang untuk siomay Kang Cepot sendiri baru diracik ulang namun antrean pembeli semakin banyak. "Ini luar biasa, sambutan masyarakat cukup bagus," katanya.

Terpisah, penggiat kuliner nusantara Aldio Merancia mengatakan, perhatian dan minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap kuliner nusantara memang semakin meningkat. Hal ini setidaknya bisa dilihat dari perkembangan media sosial dimana banyak anak muda mengunggah foto kuliner nusantara akun media sosialnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement