REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Melimpahnya salak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta membuat para ibu terinspirasi memanfaatkannya lebih dari sekadar penganan buah. Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba masak berbahan dasar salak bagi ibu-ibu PKK yang bertempat di pendopo rumah dinas bupati.
Sebanyak 34 jenis makanan dengan bahan dasar salak berjajar rapi di atas meja. Hiasan warna warni yang berasal dari buah-buahan lainnya seperti tomat, mentimun, hingga cabe turut menghiasi sebagai toping makanan utama. Makanan-makanan tersebut berasal dari 17 kecamatan. Masing-masing kecamatan menyerahkan satu jenis makanan kering dan satu penganan basah.
Para pegiat PKK menyulapnya menjadi berbagai bentuk hidangan kuliner, seperti cup cake salak, pizza salak, puding, sampai nastar. Satu di antaranya yang paling unik adalah sate salak karya PKK Pogung Kidul Sinduadi, Mlati. Penampakannya benar-benar mirip sate daging kambing. Namun, aromanya khas salak dan bumbu sate.
Pencipta sate salak, Rofiah (47 tahun) menyampaikan penganan yang diciptakannya itu 100 persen berasal dari salak pondoh muda.
"Kalau pakai salak jawa atau salak lainnya kurang bagus. Dagingnya jadi pecah dan rasa kesetnya masih ada," katanya, Jumat (8/5).
Alasan memilih sate sebagai kreasi baru, karena menurut Rofiah jenis olahan lain menjadi kue atau puding sudah terlalu banyak.
Untuk mengolah buah salak menjadi sate salak cukup mudah. Pertama, salak dikupas lalu dibersihkan. Kemudian direbus setengah matang sampai dagingnya layu dan rasa kesatnya hilang.
"Merebusnya tidak lebih dari dua menit," kata Rofiah.
Setelah itu salak ditiriskan dan dipotong-potong sesuai selera. Lalu ditusuk menggunakan tusuk sate, dan direndam dalam bumbu.
Bumbu rendan satenya pun sangat sederhana, terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabe, kecap. Setelah meresap, sate dapat langsung dibakar.
"Untuk bumbu sambal sate ya seperti biasa, bumbu kacang," katanya.
Sate ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu bebas kolesterol.
Rofiah yang juga terbiasa menjual sate jamur mengaku sering berkreasi menciptakan jenis makanan baru dengan berbagai bahan baku. Karena itu tidak jarang ia mengikuti lomba masak.
Hasil lomba cukup memuaskan. Sate salak menjadi juara 2 olahan basah dalam ajang kompetisi ini.