Ahad 03 May 2015 14:42 WIB

Yuk, Telusuri Sejarah Surabaya di Museum Kota

Tri Rismaharini
Foto: ROL
Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Museum Kota Surabaya resmi dibuka untuk umum. Sekitar 1.000 koleksi benda bersejarah yang terkait dengan perjalanan Kota Surabaya mulai dapat dinikmati masyarakat mulai hari ini, Ahad (3/5). 

Sejumlah koleksinya antara lain arsip kependudukan sejak tahun 1837, baju Dinas Pemadam Kebakaran sejak zaman Belanda, juga dua becak yang berwarna biru dan putih.

"Menurut saya bagus sekali. Dengan adanya Museum Surabaya ini, saya bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang sejarah Surabaya. Saya pun yang awalnya hanya tau wali kota Surabaya mulai era pak Soenarto Soemaprawiro, ternyata sejak tahun 1916 sudah ada wali kota," kata Farid (38), warga Mulyorejo yang mengajak istri dan kedua anaknya untuk menikmati koleksi Museum Surabaya.

Salah satu "corner" di Museum Surabaya yang menjadi favorit pengunjung adalah deretan foto wali kota Surabaya. Mulai dari Wali Kota Surabaya pertama, Mr A Meyroos, yang menjabat pada 1916 hingga 1920, sampai era Wali Kota Tri Rismaharini sekarang.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika meresmikan Museum Surabaya, berharap warga Surabaya terutama pemuda dan anak-anak, bisa lebih mengetahui sejarah kotanya melalui rumah benda-benda bersejarah tersebut.

"Ide ini sebenarnya sudah ada sejak saya menjabat wali kota. Dengan adanya Museum Surabaya ini, anak-anak bisa belajar. Generasi muda bisa tahu tentang sejarah Kota Surabaya,' tegas wali kota.

Dijelaskan wali kota, koleksi yang ada di Museum Surabaya dibuat pertema, semisal tentang sejarah daftar wali kota Surabaya, catatan kependudukan, penanganan kebakaran semisal mobil PMK tahun 60-an yang dulunya dipakai untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di SIOLA, juga pengelolaan kota, serta transportasi.

Ia mencontohkan becak yang berwarna biru, itu dulunya merupakan becak untuk mengangkut penumpang pada pagi hari. Sementara becak yang berwarna putih digunakan pada malam hari.

"Mungkin ini (koleksinya) belum lengkap. Tetapi kami mencoba untuk menghargai peninggalan sejarah. Kami yakin koleksinya masih akan terus bertambah. Kami juga ingin (data/foto) seniman Surabaya juga ada di sini. Masyarakat boleh ikut berperan untuk menyumbangkan koleksinya," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement