REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak usia 3-5 tahun sedang mengembangkan kemandiriannya. Di usia ini juga, anak-anak mulai belajar mengambil keputusan.
Terkadang, orangtua yang tidak sabar menghambat berkembangnya kemampuan ini dengan langsung ikut campur atau memutuskan suatu hal untuk anak.
Jika Anda hanya bertanya kepada si batita apakah dia ingin bermain di luar, dan dia mungkin berkata "Tidak!" namun ia kemudian berlari ke pintu. "Anak-anak di usia ini hanya sedang belajar bahwa bahasa mereka memiliki kekuatan," kata Rene Hackney, PhD, pendiri Parenting Playgroups di Alexandria and Falls Church, Virginia dikutip dari www.parentsindonesia.com. Jadi mereka akan mencoba menyatakan diri sendiri dalam setiap kesempatan yang ada.
Untuk membantu anak merasa lebih memegang kendali, hindari membuat pertanyaan yang membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”, lebih baik berikan dia pilihan agar bisa memutuskan jawabannya.
Daripada bertanya apakah dia sudah siap untuk makan siang, misalnya, tanyakan apakah dia mau makanannya diletakkan di piring biru atau merah kali ini. Lalu, apakah hari ini dia mau kiwi atau anggur? Dia akan segera duduk di kursinya dan siap makan.
Pendekatan ini juga efektif saat menghadapi pertengkaran dua saudara. Daripada turun tangan memisahkan mereka, katakan, “Mama tidak tahu apa yang terjadi, dan Mama tidak mau tahu, tetapi jika kalian tidak bisa menyelesaikan masalah dengan tenang, kalian berdua harus meninggalkan ruangan ini.” Tujuan Anda bukan ikut campur dan memberi hukuman, menurut Betsy Brown Braun, pakar tumbuh kembang dan perilaku anak dan penulis Just Tell Me What to Say. “Anda hanya perlu mengingatkan mereka untuk tidak bersuara keras atau silakan berteriak di luar rumah.”
Begitu juga saat menghadapi balita yang terus memasukkan sereal manis dan permen ke dalam keranjang belanja. Anda mungkin akan kesulitan menghentikan perilakunya. Jadi, biarkan ia memutuskan. Katakan, “Ini dua sereal yang bisa kita beli. Kamu bisa pilih salah satu yang paling kamu suka. Jika kamu memasukkan benda lain ke keranjang belanja, kita harus mengembalikannya.”
Karena perhatian Anda terpusat pada daftar belanja, si kecil mungkin memasukkan benda-benda ke keranjang untuk mencari perhatian Anda atau menyelipkan permen tanpa setau Anda. Beri tugas kepada anak sejak awal. Izinkan dia memilih barang belanja yang sudah tertera dalam daftar (apel hijau atau apel merah? Puding cokelat atau puding vanila?) dan minta dia membantu Anda memasukkan barang belanja ke dalam keranjang.