Ahad 15 Mar 2015 01:32 WIB

Survei TripBarometer: Orang Indonesia Tingkatkan Anggaran Liburan Tahun Ini

  Wisatawan bermain kano di Pantai Pandawa, Kab. Badung, Bali, Ahad (2/11). (Antara/Fikri Yusuf)
Wisatawan bermain kano di Pantai Pandawa, Kab. Badung, Bali, Ahad (2/11). (Antara/Fikri Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian TripBarometer, survei akomodasi dan wisatawan terbesar di dunia menyebutkan estimasi para wisatawan yang akan meningkatkan anggaran liburannya tahun ini.

“Laporan TripBarometer memberikan gambaran positif perjalanan untuk tahun ini, dengan kemungkinan dua kali lebih besar bagi wisatawan untuk menambah anggaran berlibur mereka, dibandingkan dengan mereka yang ingin mengurangi anggaran,” kata CMO TripAdvisor Barbara Messing, Sabtu (14/3).

Dilaksanakan oleh firma penelitian independen Ipsos, atas nama TripAdvisor, penelitian ini adalah analisa dari lebih dari 44.000 respon dari wisatawan dan sektor perhotelan di dunia, dengan 594 responden dari Indonesia. 

Laporan ‘Global Travel Economy’ TripBarometer mengungkap tren-tren wisata di tingkat negara, wilayah dan dunia, menyoroti perubahan tahun demi tahun dalam rencana belanja konsumer dan perencanaan perjalanan, serta kepercayaan diri pengusaha hotel. 

 “Semua orang ingin melakukan lebih banyak perjalanan keluar negeri, dan Australia, Italia and AS terus jadi destinasi favorit, berada di daftar teratas tujuan wisata impian,” ujarnya. 

Hasil penelitian menunjukkan, di seluruh dunia, dua dari lima wisatawan berencana menambah anggaran berlibur mereka untuk tahun 2015, dibandingkan tahun lalu, dengan kemungkinan dua kali lipat untuk menaikkan anggaran. 

Sebanyak 41% dari wisatawan dunia berencana untuk menaikkan anggaran wisata tahun 2015, sementara 23% berkata mereka akan menurunkan belanja mereka. 

Menurut penelitian ini, hampir setengah (46%) dari wisatawan Indonesia akan menaikkan anggaran perjalanan mereka tahun 2015.

Dari mereka yang berencana untuk menaikkan anggaran wisata tersebut, hampir 60% mengindikasikan bahwa mereka melakukannya karena merasa berlibur adalah sesuatu yang mereka atau keluarga mereka berhak dapatkan. 

Hanya 19% dari wisatawan Indonesia yang mengatakan bahwa mereka akan mengurangi pengeluaran wisata mereka, hampir setengah dari mereka berkata perubahan dalam keluarga atau situasi perkawinan sebagai alasan utama di balik penurunan anggaran tersebut.

Wisatawan Indonesia melaporkan bahwa mereka menghabiskan rata-rata Rp 30, 85 juta untuk berlibur tahun 2013. Melihat pengeluaran tahun 2014, jumlah ini meningkat 4%, hingga mencapai Rp 32,150 juta. 

Namun, penelitian terakhir melaporkan tren yang lebih positif, dengan wisatawan Indonesia berencana untuk menghabiskan rata-rata Rp 30,85 juta untuk wisata tahun 2015, meningkat hingga 12% year over year, walaupun ini masih di bawah rata-rata anggaran perjalanan dunia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement