Ahad 01 Mar 2015 21:37 WIB
Pekan Budaya Tionghoa

Ikon Wisata Imlek Yogyakarta

Pernak-pernik Imlek
Foto: Antara
Pernak-pernik Imlek

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang sudah digelar untuk kesepuluh kalinya pada tahun ini, sudah menjadi ikon wisata perayaan tahun baru China, Imlek, di Kota Yogyakarta.

"Banyak calon wisatawan yang sudah menanyakan kapan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) akan digelar karena mereka ingin mengatur jadwal untuk berkunjung ke Yogyakarta," kata Ketua Panitia PBTY X Tri Kirana Muslidatun di Yogyakarta, Ahad (1/3).

PBTY X akan digelar selama lima hari, 1-5 Maret yang dipusatkan di Kampung Ketandan Yogyakarta dengan menampilkan bazaar makanan, pertunjukan seni budaya Tionghoa seperti wayang potehi, dan wayang China Jawa yang akan digelar untuk pertama kalinya tahun ini.

Pada tahun ini, lanjut Tri Kirana, panitia akan kembali menghitung jumlah pengunjung seperti yang dilakukan empat tahun silam. Pada waktu itu, tidak kurang 5.000 pengunjung memadati Kampung Ketandan setiap harinya.

"Pada tahun lalu, kami tidak menghitung jumlah pengunjung. Namun, berbagai jenis kuliner dan barang-barang khas Imlek selalu habis terjual sebelum pukul 22.00 WIB," katanya. PBTY di Kampung Ketandan dibuka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB.

Tri berharap, kegiatan PBTY tersebut mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Yogyakarta, terlebih pada saat ini bukan merupakan puncak kunjungan wisata.

Kegiatan PBTY juga merupakan satu dari enam perayaan Imlek terbesar di Indonesia, disamping perayaan di Medan, Palembang, Solo, Singkawang, dan Semarang.

Kegiatan PBTY X dibuka dengan kirab budaya yang dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta bersamaan dengan gelar Jogja Dragon Festival IV memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sebanyak 15 kelompok naga barongsai tampil dalam festival naga tersebut, baik dari DIY maupun kelompok dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah seperti Magelang dan Salatiga.

Selain itu, ditampilkan pula naga batik sepanjang 168 meter yang diklaim sebagai naga terpanjang di dunia yang memakai kain batik untuk membuatnya. Batik diaplikasikan untuk membuat kepala dan ekor naga.

Naga batik terpanjang yang dibuat dengan biaya sekitar Rp100 juta tersebut dimainkan oleh sekitar 250 prajurit TNI AU.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pawai budaya perayaan Imlek tersebut menarik minat masyarakat dan wisatawan yang menyemut di sepanjang Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dalam sambutannya saat membuka PBTY X mengatakan panitia penyelenggara sudah berusaha maksimal untuk mewujudkan kegiatan tersebut sesuai tema tahun ini yaitu merajut budaya merenda kebersamaan.

"Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, saya berharap agar ada akulturasi budaya dan hal itu sudah coba diwujudkan tahun ini," katanya.

Ia mengatakan, akulturasi budaya antara budaya dari Tiongkok dan budaya lokal yang terjalin justru akan saling menguatkan dan mempererat rasa persatuan dan kesatuan di seluruh elemen masyarakat.

"Harapan lainnya adalah, warga Tionghoa bisa menjadikan Indonesia sebagai tanah air yang harus dibangun," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement