Rabu 11 Feb 2015 09:04 WIB

Wisatawan Cina Ternyata Demen Pelesiran ke Bali

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Republika/ Tahta Aidilla)
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wisatawan Cina masih menjadi andalan wisman yang masuk ke Indonesia. Bahkan pada tahun lalu pertumbuhan wisatawan Cina hampir mencapai satu juta, dan untuk tahun ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan dua juta wisman Cina datang ke Indonesia.

Peningkatan tersebut berasal dari banyaknya wisatawan muda Cina yang mengunjungi Bali. Sebagaimana hasil polling Beijing People's Broadcasting 2011, Bali merupakan salah satu dari 10 tujuan wisata dunia terfavorit masyarakat di Cina.

Beberapa kali Bali juga mendapat penghargaan sebagai the best destination, seperti pada 2014 silam yang dilaukan oleh C-Trip sebuah online marketing tourism yang berpengaruh di Cina memberi penghargaan pada Bali sebagai Best Island Tourist Destination dan nomor dua sebagai Best Overseas Tourism City.

Dikatakan oleh Menpar Arief Yahya sebanyak 70 persen wisman Cina mendapatkan informasi mengenai Indonesia termasuk Bali melalui pasar media online.

"Pengaruh promosi lewat jalur digital (online) sangat kuat. Saat ini yang ada di benak wisatawan Cina adaah liburan ke Bali karena melihat promosi di media online," katanya belum lama ini di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Ditambahkan Arief bahwa hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk terus melakukan promosi digital dalam upaya menarik dua juta wisman Cina pada tahun ini.

Jumlah kunjungan wisman Cina ke Bali naik sebesar 51 persen. Pada Januari hingga Desember 2014 jumlah kunjungan wisman Cina ke Indonesia yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai Bali sebesar 585 ribu wisman, sedangkan di periode 2013 sebesar 387 ribu orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement