Ahad 11 Jan 2015 06:35 WIB

Ibu, Jangan Jengah Bicara Seks dengan Buah Hati

Ibu dan anak/ilustrasi
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Ibu dan anak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Tema seks masih kerap dianggap orang tua tabu dibicarakan bersama buah hati. Padahal pendidikan seks penting agar anak tidak mendapat informasi melenceng.

"Hilangkan jengah saat bicarakan seksualitas agar orang tua dapat mengobrol dengan anak," kata psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo di Sentul, Sabtu (10/1).

Bila orang tua enggan memberikan pendidikan seks karena dianggap tabu, maka anak akan mendapat informasi dari sumber lain yang bisa jadi melenceng. Vera memaparkan hasil riset internasional Synovate di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan tentang perilaku seksual 450 remaja usia 14-24 pada 2004.

Kesimpulan hasil survei remaja dipandang belum punya pengetahuan khusus dan menyeluruh tentang seks. Selain itu, orang tua bukanlah sumber utama dalam mendapatkan pengetahuan seks.

Riset tersebut menyimpulkan kebanyakan remaja mendapat informasi seks dari teman (65 persen), film porno (35 persen) dan sekolah (19 persen). "Hanya lima persen yang mendapat informasi seks dari orangtua," kata dia.

Vera mengatakan anak yang mendapatkan pendidikan seks akan lebih awas ketimbang mereka yang tidak diajari soal seks. Orang tua juga harus mengkomunikasikan norma-norma yang sesuai dalam tiap keluarga.

"Misalnya ngobrol dengan anak, kapan boleh pacaran dan apa saja yang boleh dilakukan saat pacaran," kata dia. "Bicarakanlah pada anak agar mereka tahu mana yang benar dan salah biar tidak kebablasan."

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement