Selasa 06 Jan 2015 13:18 WIB

Garuda Indonesia Terbang Kuala Namu-Sabang Februari 2015

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Garuda Indonesia akan terbang langsung rute baru Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara-Maimun Saleh, Sabang, Aceh, minggu pertama Februari 2015.

Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya mendukung pengembangan daerah tujuan wisata nasional ke pulau tersebut.

"Pesawat jenis ATR 72-600 akan mengangkut penumpang, khususnya wisatawan langsung dari Kuala Namu menuju bandara Maimun Saleh Sabang," kata General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Nano Setiawan di Banda Aceh, Senin (5/1) kemarin.

Untuk rute Medan (Kuala Namu)-Sabang (Maimun Saleh), Garuda akan melayani penerbangan tiga kali satu minggu, masing-masing pada Rabu, Jumat dan Minggu.

"Itu merupakan upaya kami mendukung kawasan wisata Sabang yang telah diketahui masyarakat dunia sebagai salah satu destinasi terbaik dunia. Kita harapkan dengan terbukanya transportasi tersebut maka Sabang akan terus berkembang dimasa mendatang," katanya menambahkan.

Nano menjelaskan, persiapan teknis bandara Maimun Saleh Sabang juga sudah baik untuk didarati penerbangan komersial pertama. Berbagai fasilitas bandara sudah selesai dengan baik berkat dukungan semua pihak, terutama Pemkot Sabang.

Dipihak lain, awal Februari 2015, Garuda Indonesia juga akan melayani penerbangan perdana Kuala Namu-Cut Nyak Dhien (Nagan Raya) dan Kuala Namu-Malikussaleh (Kota Lhokseumawe).

"Penerbangan ke tiga kota dan kabupaten di Aceh itu juga tidak terlepas dari upaya perusahaan kami dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional pada umumnya, serta pengembangan jaringan penerbangan domestik yang terus kami lakukan," kata Nano Setiawan.

Melalui rute penerbangan baru itu, nantinya akan semakin menghubungkan dengan kota-kota dan destinasi lain di Tanah Air. Saat ini, Garuda telah memiliki enam penerbangan langsung dari Medan (Kuala Namu) menuju destinasi terbaik yakni Jakarta, Surabaya, Banda Aceh, Batam, Palembang, Sibolga dan Gunung Sitoli.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement