Sabtu 13 Dec 2014 07:44 WIB

Rusak Warisan Budaya PBB di Peru, Greenpeace Minta Maaf

Rep: C92/ Red: Winda Destiana Putri
Garis-garis burung kolibri di Nazca, Peru
Foto: Wikipedia
Garis-garis burung kolibri di Nazca, Peru

REPUBLIKA.CO.ID, LIMA -- Beberapa aktivis Greenpeace awal pekan ini memasuki kawasan terlarang pesisir Nazca di Peru.

Pemerintah Peru berang karena tindakan itu telah menyebabkan kerusakan pada rangkaian geoglif yang ada di area tersebut. Atas tindakan itu, Greenpeace pun meminta maaf.

Direktur eksekutif Greenpeace Amerika Serikat Annie Leonard mengatakan tindakan tersebut menunjukkan ketidakpedulian terhadap budaya Peru dan pentingnya melindungi situs suci di dunia. "Tidak ada permintaan maaf yang cukup untuk menebus tindakan serius ini," kata Leonard.

Ia menambahkan akan memastikan para aktivis itu bertanggung jawab atas perbuatan mereka dan akan menempatkan pengamanan sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

"Saya tahu rekan-rekan internasional saya yang terlibat dalam kegiatan ini tidak berniat jahat. Tapi itu tidak mengurangi dampak yang dihasilkan. Memalukan bahwa sekarang semua Greenpeace harus menanggungnya," kata dia.

Selasa lalu, Deputi Menteri Kebudayaan Peru Luis Castillo Jaime mengatakan pemerintah akan menuntut kelompok aktivis tersebut atas tindakan pidana. Mereka meninggalkan jejak kaki kiri di situs Warisan Budaya PBB tersebut.

"Ini tamparan sangat keras terhadap apapun yang dianggap sakral oleh masyarakat Peru," kata Jaime kepada Associated Press seperti dilansir USAToday, Sabtu (13/12).

Garis Nazca merupakan rangkaian Geoglif yang terletak di Gurun Sechura, Peru. Garis-garis itu menggambarkan makhluk hidup, tanaman, dan tokoh-tokoh imajiner pada permukaan tanah. Warisan budaya ini diperkirakan sudah berusia 1500 hingga 2000 tahun lalu dan diyakini memiliki fungsi ritual astronomi.

Castillo mengatakan garis-garis ini sangat rapuh karena terletak di batu hitam dengan latar belakang putih. Jika ada yang berjalan di sana, jejaknya akan tertinggal hingga ratusan atau ribuan tahun. Castillo mengatakan, garis yang telah dirusak oleh para aktivis lingkungan hidup itu merupakan yang paling terkenal di antara semua garis yang ada.

Nazca telah diakui sebagai salah satu warisan budaya oleh PBB. Saking berharga, Pemerintah Peru menerapkan larangan untuk memasuki kawasan ini untuk mencegah adanya kerusakan. Para pemimpin pemerintah di Peru pun tidak diperbolehkan masuk ke situs tersebut tanpa ijin. Mereka yang menerima izin untuk memasuki kawasan itu juga diharuskan memakai sepatu khusus.

Greenpeace berencana menyampaikan pesan 'Waktu untuk Berubah: Masa Depan Bisa Diperbarui' di depan geoglif berbentuk burung kolibri di Nazca, 8 Desember lalu. Para aktivis Greenpeace berbaring mengenakan pakaian berwarna kuning dan membentuk tulisan berisi pesan di atas. Pesan ini sejatinya ditujukan kepada para delegasi pertemuan tentang iklim di sekitar Lima.

Pesan mulia yang ingin disampaikan organisasi ini adalah untuk menghormati masyarakat Nazca yang memiliki geoglif kuno sebagai salah satu landmark bersejarah di Peru.

Mereka percaya, salah satu sebab hilangnya Nazca dapat dikaitkan dengan perubahan iklim regional. Sayangnya, dalam menyampaikan pesan ini, para aktivis justru memasuki area terlarang di samping gambar burung kolibri tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement