Selasa 23 Sep 2014 13:10 WIB

Awas, Anak Bisa Agresif karena Tayangan Kartun

Televisi
Foto: Antara
Televisi

REPUBLIKA.CO.ID, Hampir setiap Komisi Penyiaran Indonesia mengeluarkan laporan tentang tayangan televisi yang tidak pantas ditonton anak-anak. Asosiasi Psikolog Amerika sudah melakukan kajian tentang dampak tayangan televisi ke anak sejak tahun 1970.

Penelitian pun dilakukan secara terus menerus hingga belasan tahun. Pada tahun 1982, National Institute of Mental Health mengidentifikasi penyebab terbesar yang bisa terjadi pada anak yang banyak terpapar tayangan yang mengandung kekerasan di televisi. Termasuk bila kekerasan itu disampaikan lewat tayangan kartun yang lucu.

* Anak akan kurang sensitif terhadap penderitaan dan rasa sakit yang terjadi pada orang lain.

* Anak jadi lebih takut terhadap dunia di sekeliling mereka.

* Anak akan cenderung lebih agresif atau melakukan tindakan yang membahayakan anak lain.

Studi yang dilakukan psikolog L Rowell Huesmann, Leonard Eron, dan lainnya menemukan anak-anak yang menonton terlalu banyak kekerasan di televisi saat usia SD akan lebih agresif saat dia remaja. Penelitian yang berlanjut hingga anak-anak itu dewasa, menemukan anak-anak yang banyak menonton tayangan kekerasan di televisi saat berumur 8 tahun, akan lebih mungkin ditangkap dan diadili sebagai kriminal saat dewasa.

Menonton tayangan televisi dengan adegan kekerasan kemudian disebut sebagai penyebab anak bersikap agresif. Di kemudian hari penelitian lain yang dilakukan psikoloh Douglas Gentile dan Brad Bushman menyatakan kalau kekerasan di televisi hanya satu dari beberapa penyebab seorang anak memiliki perilaku agresif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement