Selasa 17 Jun 2014 19:53 WIB

20 Hotel di Yogyakarta Deklarasi Ramah Lingkungan

Rep: Heri Purwata/ Red: Hazliansyah
Menteri Negara Lingkungan Hidup  (LH) Balthasar Kambuaya
Foto: menlh.go.id
Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH) Balthasar Kambuaya

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 20 hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (17/6), deklarasi sebagai Hotel Menuju Ramah Lingkungan. Ini menjadi hal yang pertama kali di Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi ide ini. Selama saya jadi Menteri Lingkungan Hidup, baru hotel-hotel di Yogyakarta yang mendeklarasikan diri sebagai Hotel Menuju Ramah Lingkungan. Mudah-mudahan akan ditiru daerah lain," kata Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya di sela-sela Rapat Koordinasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Ekoregion Jawa, di Yogyakarta, Selasa (17/6).

Balthasar optimistis keberadaan hotel yang ramah lingkungan akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Yogyakarta. Karena hotelnya akan bersih, lingkungan sejuk, dan limbah cair diolah menjadi air yang bermanfaat bagi tanaman.

"Yogyakarta merupakan tujuan wisata terbesar setelah Bali. Apalagi Thailand sedang bergejolak, turis banyak ke Indonesia," kata Balthasar.

Hotel-hotel yang mendeklarasikan diri sebagai hotel Menuju Ramah Lingkungan, kata Balthasar, saat ini sudah pada level biru. Tingkatan ramah lingkungan adalah emas (tingkatan tertinggi), hijau, biru, merah dan hitam.

"Jadi 20 hotel tersebut berada di level tiga," kata dia. 

Hotel tersebut akan terus dievaluasi agar tingkatan ramah lingkungannya meningkat. Penilaiannya berdasarkan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).

Istijab, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY mengatakan 20 hotel yang mendeklarasikan sebagai hotel Menuju Ramah Lingkungan adalah hotel berbintang 4 dan 5. Pihaknya akan terus berupaya agar seluruh hotel di DIY ramah lingkungan. Caranya, hotel yang masih di tingkat hitam, diberi surat peringatan agar memperbaiki lingkungan.

"Jika dalam enam bulan setelah disurati tidak ada perubahan, maka hotel tersebut akan dilaporkan ke Badan Lingkungan Hidup," kata Istijab.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement