Ahad 18 May 2014 19:12 WIB

Icip Gulai Paku 24 Jam

Gulai Paku
Foto: padangtourism.info
Gulai Paku

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi penyuka kuliner asal Sumatera Barat ketupat gulai paku dan gulai nangka tidak perlu lagi bingung untuk bisa menikmati hidangan tersebut selama 24 jam non stop. Biasanya di sejumlah tempat hidangan ketupat gulai paku dan nangka hanya muncul pagi hari. Jarang sekali kita bisa menikmati hidangan tersebut dengan cita rasa khas Ranah Minang di malam hari, sore maupun dini hari.

Satu-satunya tempat yang menyuguhkan hidangan ketupat gulai paku dan nangka tersebut berlokasi di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Pasar Cililitan dekat Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, berada persis di pinggiran jalan. "Kami sudah beroperasi sejak tahun 1974, dulunya nama lokasi ini Pasar Embrio, sekarang orang-orang banyak menyebutnya depan PGC (Pusat Grosir Cililitan)," ujar Haji Indra Djambak (55) selaku pemilik.

Kedai ketupat milik Haji Indra diberi nama "Suko Mananti" yang dalam bahasa Indonesia diartinya senang menanti pengunjung yang datang membeli selama 24 jam non-stop. Keunikan kedai ketupat gulai paku "Suko Mananti" ini selain beroperasi selama 24 jam, juga mempertahankan cita rasa masakan khas Minang Kabau, dengan kekentalan gulai serta tingkat kepedasan yang cukup bisa dinikmati oleh siapa saja.

Olahan bumbu hidangan gulai paku dan gulai nangka di Kedai "Suko Mananti" ini diracik oleh istri Haji Indra yakni Hajah Saniar Koto (55) yang sejak gadisnya sudah berjualan ketupat di Pasar Embrio. Selain mempertahankan cita rasa gulai, bumbu dan hidangannya, ciri khas ketupat gulai paku adalah kerupuk merah dan kerupuk kamang (opak dari singkong) yang didatangkan dari Bukit Tinggi.

"Harga per porsi saat ini Rp8.000," ujar Indra.

Mengenai harga, lanjut Indra, memiliki sejarah panjang, harga mengalami kenaikan seiring pergantian kepemimpinan Presiden. Pada tahun 1974, harga satu porsi ketupat gulai nangka di warung Indra dijual Rp 2.500 dengan porsi yang sama dengan harga saat ini.

Harga terus mengalami kenaikan, hingga tahun 2012, harga naik menjadi Rp5.500, dan akhirnya naik lagi menjadi Rp8.000 sejak harga sembako mengalami kenaikan signifikan.

Meski tidak mengantongi untung banyak karena mahalnya harga kebutuhan pokok, Haji Indra dan istrinya Saniar Koto berkomitmen untuk menjaga kenikmatan para pelanggannya dengan tetap mempertahankan jumlah porsi hidangan. "Kami tidak ingin mengurangi porsi meski keuntungan dari penjualan tidak banyak karena harga sembako mahal. Karena kami berpikir, orang yang makan tentu tidak cukup kalau porsi dikurangi, kami berkomitmen menjaga kenikmatan para pembeli," ujarnya.

Menurut Indra pada awal beroperasi, kedai ketupatnya hanya buka pagi hingga siang hari saja. Sejak 10 tahun terakhir, kedai miliknya sudah beroperasi selama 24 jam non stop. Awal mula beroperasi selama 24 jam, saat saudara iparnya mengganggur tidak memiliki pekerjaan, Indra mempersilahan iparnya untuk bekerja di kedai miliknya.

Tidak disangka ide untuk membuka selama 24 jam cukup diminati, banyak juga pembeli yang datang untuk menikmati hidangan ketupat gulai paku di malam hari bahkan dini hari.

Hidangan ketupat dan gulai yang disajikan dibuat segar karena di masak setiap tiga shift yakni dari jam 04.00 WIB sampai 12.30 WIB, lalu dari jam 13.00-20.00 WIB dan di jam 20.00 sampai 04.00 WIB. "Malah pembeli itu justru ramainya pagi dan malam hari. Rata-rata per hari shift bisa terjual sampai 100 piring ketupat, bahkan lebih," ujarnya.

Selain melayani pembeli perorangan, ketupat gulai paku "Suko Mananti" juga memiliki pelanggan tetap, tidak hanya datang dari perorangan, juga perusahaan bahkan arisan. Mereka datang dari Bogor, Tanjung Priok hingga di luar Jakarta.

"Kami melayani pesanan untuk arisan, atau kegiatan kantor. Rata-rata pesanan mereka berkisar antar 100 sampai 300 porsi," ujarnya.

Kedai Ketupat Gulai Paku "Suko Mananti" buka setiap hari, hanya libur saat hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selama bulan puasa kedai tersebut juga beroperasi mulai pukul 17.00 WIB sampai 05.00 WIB. "Kalau di bulan Puasa, tidak melayani pembeli yang datang sebelum beduk magrib. Kecuali kalau beli bungkus dibawa pulang. Karena pantangan buat kami, mengganggu orang yang berpuasa," ujarnya.

Selain bisa menikmati ketupat gulai paku campur gulai nangka, pengunjung juga bisa menikmati hidangan "Sala Lauk" yakni kuliner asal Kota Pariaman Sumbar. Berbentuk bulat dengan bahan dasar tepung beras yang diberi bumbu gulai dan giling ikan, lalu digoreng.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement