REPUBLIKA.CO.ID, Horas, bah! Saat kaki menapak di Monumen Guru Patimpus, Medan, siang hari ada pemandangan yang berbeda. Sekitar 30 meter dari monumen, berdiri sebuah warung makan sederhana. Namun ramainya bukan main. Rupanya kedai ini menjadi tujuan orang-orang yang mencari makan siang.
Tampak di papan kedai bertengger tulisan Rumah Makan Sinar Pagi. Itulah nama dari warung yang menyajikan santapan khas Medan, Sumatera Utara.
Begitu melihat kursi kosong segeralah duduki. Sebab harus berebut dengan pengunjung lain yang juga ingin bersantap. Tempat duduk sudah dapat, sang penjamu rumah makan datang menghampiri.
Menu andalan yang ditawarkan adalah soto medan. Bisa berupa soto ayam, daging, babat, atau campur. Siang hari yang terik dan perut lapar, semangkuk soto daging medan dirasa paling renyah untuk dikunyah.
Bila tidak suka soto, tersedia pula sop daging dan aneka masakan khas Medan lainnya. "Saya sudah sejak kecil makan di sini," ujar Sitorus, salah satu pengunjung warung makan. Usianya saat ini sudah berkepala tiga.
Tak perlu menunggu lama. Soto dalam keadaan hangat langsung datang. Dari aromanya sudah tercium wanginya kuah santan soto yang kental. Racikan bumbunya membuat kuah santan terlihat kuning. Langsung saja disantap selagi hangat. Nasi yang sudah ditaburi bawang goreng memang pas sebagai menu berat pendamping soto.
Di atas meja juga disajikan perkedel kentang berbentuk bulat memanjang. Ada pula tahu goreng yang lembut. Celupkan ke dalam kuah. Sungguh nikmat. Soto biasanya disajikan tidak pedas.
Di Jakarta, sambal merah kasar atau goreng selalu menjadi pencipta pedas. Namun menikmati soto medan, sambalnya dibuat dari cabai rawit hijau yang dicampur dengan kecap. Rasanya sedikit unik namun tajam di lidah.
Rasa soto medan tergolong sempurna. Bumbunya tidak sama dengan soto kudus atau betawi. Tajamnya bumbu tak bisa dipungkiri. Sedikit menyentuh rasa opor namun lebih kental. Jintan yang dimasukkan dalam bumbu membuat kuah soto menjadi lebih gurih.
Santaplah soto dengan aneka jus dan minuman segar seperti es jeruk. Minuman ini bisa menjadi penyegar yang sempurna.
Menyantap soto tanpa berkeringat memang tidak mantap. Itulah harga kenikmatan yang terbayar di rumah makan ini. Porsi yang dicoba dirasa kurang? Tak perlu khawatir. Memesan makanan dengan suara lantang di kedai ini tidak menjadi satu masalah. Tak akan ada yang melirik anda dengan tatapan aneh. Seru, bukan?
Saat berkunjung ke kota Medan, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas kota penduduk batak dan melayu ini. Rumah Makan Sinar Pagi terletak di Jalan Sei Deli, tidak jauh dari simpang Monumen Guru Patimpus. Kedai ini buka dari pagi hingga sore hari.
Saat siang, kedai ini menjadi tujuan banyak pengunjung. Jangan sampai kehabisan untuk menyantap si gurih ini. Tak perlu membayar mahal, satu porsi soto dihargai mulai dari 20 ribu rupiah.