Jumat 14 Mar 2014 16:34 WIB

Icip Pastry Prancis Ala SMK

Pastry, Bakerzin
Foto: Fian Firatmaja/ROL
Pastry, Bakerzin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Salah satu juri Kompetisi Pastry Khas Prancis tingkat SMK, yang digelar oleh Institut Francais d'Indonesie (IFI) baru-baru ini, Chef Dedy Sutan mengatakan bahwa memasak itu bukan hanya soal teknik tapi juga tentang hati dan bagaimana menikmati setiap proses saat memasak itu sendiri.

"Bangga pada para pelajar SMK, yang sejak dini sudah menemukan 'passion' nya di bidang memasak, tapi saya sarankan para pelajar untuk terus meluaskan cakrawalanya, karena memasak itu bukan hanya soal teknik tetapi juga 'the science of cooking' dan yang paling penting adalah memasak dengan hati dan 'enjoy'," jelas Chef Dedy, Jumat (14/3).

Pemilik sekaligus pengelola Pipiltin Cocoa ini juga mengatakan bahwa para pelajar jurusan boga, jangan terbuai oleh citra bahwa menjadi chef itu mudah dan bisa terkenal seperti yang digambarkan oleh media-media karena menurutnya menjadi chef bukan hanya tentang pencitraan.

Dia juga menambahkan bahwa peluang kerja bagi lulusan SMK pada saat ini juga terbuka luas. Oleh karena itu para pelajar harus giat untuk menambah ilmu pengetahuan mereka soal memasak.

Kompetisi Pastry yang bertajuk 'Saveurs Sublimes Sucr?es' diselenggarakan sebagai rangkaian dari kunjungan 10 chef pastry dari Pusat Pendidikan Kejuruan Jean Lameloise de Mercurey, daerah Bourgogne Prancis.

Para chef ini juga menjadi juri bersama Chef Dedy Sutan dari Pipiltin Cocoa, Kharisma dari Oh La La, Maria Andriani dari Kantor Berita Antara dan Francis Mestre dari L?Atelier du Chocolat sebagai ketua tim juri.

Para juri ini menilai setiap masakan yang dibuat oleh peserta lomba. Adapun jumlah peserta dari lomba ini yaitu sebanyak 15 yang berasal dari tiga SMK di DKI yaitu SMK 27, SMK 37 dan SMK 57.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement