Kamis 16 Jan 2014 08:08 WIB

Kejutan Ulang Tahun Putin dari SBY Pengaruhi Wisatawan Rusia

Presiden Susilo Yudhoyono memberikan kejutan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedang berulang tahun sebelum retreat para pemimpin APEC di Bali, Senin( 7/10).
Foto: Twitter
Presiden Susilo Yudhoyono memberikan kejutan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedang berulang tahun sebelum retreat para pemimpin APEC di Bali, Senin( 7/10).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Duta Besar RI untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, mengatakan, wisatawan dari negara itu semakin tertarik mengunjungi Bali setelah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik pada Oktober 2013.

"Warga Rusia semakin antusias mengunjungi Bali karena tidak terlepas dari suksesnya pelaksanaan KTT APEC. Pertemuan tersebut mendapat respons sangat positif dari media Rusia, terutama ketika Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono memberi pesta kejutan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang hadir bertepatan dengan hari ulang tahunnya," katanya saat menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Rabu.

Menurut dia, foto-foto terkait acara tersebut menjadi "headline" pada sejumlah media Rusia. Hal inilah yang makin mengenalkan Bali pada masyarakat Rusia sehingga mereka sangat ingin berkunjung ke Bali.

Selain keragaman budaya dan keindahan alam, tambah Djauhari, banyak warga Rusia yang berwisata cukup lama ke Bali karena faktor cuaca. Pada musim dingin, suhu bisa mencapai minus 30 derajat dan saat itulah biasanya warga setempat, khususnya kelompok menengah ke atas memilih untuk menghabiskan waktu berwisata.

"Bali adalah salah satu tujuan mereka. Hanya saja, hingga saat ini kunjungan turis Rusia ke Bali masih terkendala belum adanya penerbangan langsung," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap Bali dapat memikirkan hal tersebut, apalagi jumlah turis Rusia ke Bali pada 2013 telah mencapai 110 ribu orang. "Kalau ada penerbangan langsung, saya yakin jumlah itu akan makin meningkat," ucapnya.

Dalam kesempatan itu Djauhari juga mengingatkan kalau negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan lainnya sudah terlebih dahulu melakukan terobosan memberbanyak penerbangan langsung ke Rusia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement