Kamis 09 Jan 2014 17:32 WIB

Menparekraf: Nelayan Bisa Diarahkan Menjadi 'Dive Operator'

 Penyelam mengamati berbagai jenis terumbu karang dan tanaman bawah laut di kawasan Waiwo, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (1/6). (Rosa Panggabean/Antara)
Penyelam mengamati berbagai jenis terumbu karang dan tanaman bawah laut di kawasan Waiwo, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (1/6). (Rosa Panggabean/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan Indonesia sebagai referensi tempat diving (menyelam) terbaik dunia pada tahun 2020.

Melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemerintah terus gencar melakukan promosi sekaligus menonjolkan fakta bahwa Indonesia memiliki keragaman biota laut terkaya di dunia.

"Lokasi tentu saja Raja Ampat, karena itu sudah dikenal dunia. Kemudian Bunaken, Wakatobi, Buton, Flores, Alor, Labuan Bajo, Lombok, Bali juga Derawan. Masing-masing memiliki keunikan bawah laut," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebut spot diving yang jadi andalan, usai membuka pameran foto Indonesia World Underwater Photo Contest 2013, di Grand Indonesia, Jakarta.

Selain promosi, pemerintah juga terus mengampanyekan "responsible and sustainable diving" (menyelam dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan). Artinya, menyelam tidak hanya melihat keindahan alam, tapi juga menjaga keberadaan biota bawah laut.

"Jadi menyelam tidak hanya melihat, tapi juga misalnya menanam kembali terumbu karang," ujar Mari.

Yang tidak kalah penting adalah pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi menyelam itu sendiri. Bagaimanapun, menyelam tidak hanya soal keadaan bawah laut. Namun juga infrastruktur dan sumber daya manusia sebagai pendukung.

Para nelayan di sekitar lokasi menyelam misalnya, mereka harus sadar untuk tidak mengambil ikan secara berlebih. Atau nantinya para nelayan bisa diarahkan menjadi dive operator

"Kita juga bisa arahkan para nelayan itu menjadi dive guide (pemandu penyelam). Tentu dengan pelatihan dan diiringi dengan perkembangan infrastruktur seperti pelabuhan juga peralatan (menyelam). Jadi ratusan tempat menyelam tadi bisa terkelola dengan baik," kata Marie.

"Komunitas yang ada di dekat spot diving itu, merekalah yang akan dapat manfaat. Jadi mereka akan jaga yang ada dibawah mereka," tambah wanita yang juga hobi menyelam itu.

Di kesempatan yang sama, Konsultan Pengembangan Ekosiwasata laut dan Manajemen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Cipto Aji Gunawan, memaparkan, hingga kini tercatat 178 dive operator yang tersebar 33 wilayah di Indonesia. 178 dive operator itu telah memiliki kualifikasi standar.

"Ke depan kualifikasi untuk standar akan lebih ketat. Misal kita wajibkan ada rescue diver. Ini yang perlu kita dorong," ujar Cipto.

Keberadaan Dive Operator nantinya juga untuk memetakan lokasi menyelam serta data jumlah wisatawan yang mengunjungi Indonesia dengan motivasi kunjugan untuk menyelam.

"Dari situ bisa dirancang pengembangan dan langkah-langkah konservasi," demikian Cipto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement