Ahad 29 Dec 2013 16:22 WIB

Seni dan Budaya Aset Utama Pariwisata Indonesia

 Alat-alat musik karya Dodong Kodir pada 'Gelar Lungsuran Daur Harmoni Sampah Eksperimentasi Alat Musik Dodong Kodir’ di Taman Budaya Jabar, Bandung, Sabtu (9/11) malam. (Republika/Edi Yusuf)
Alat-alat musik karya Dodong Kodir pada 'Gelar Lungsuran Daur Harmoni Sampah Eksperimentasi Alat Musik Dodong Kodir’ di Taman Budaya Jabar, Bandung, Sabtu (9/11) malam. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pengamat budaya dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Dr Ketut Sumadi mengingatkan pariwisata Indonesia harus bertumpu pada keunikan, kekhasan, dan kelokalan dari masing-masing daerah di Tanah Air.

"Kondisi demikian akan menempatkan kebhinnekaan sebagai suatu yang sangat strategis bagi pengembangan pembangunan kepariwisataan Indonesia," kata Ketua Program Doktor IHDN itu di Denpasar, Ahad.

Ia mengatakan, pembangunan dan pengembangan kepariwisataan yang diharapkan mampu meningkatkan perolehan devisa negara itu menjadi bagian integral pembangunan nasional secara berkelanjutan, sekaligus melestarikan dan memperkukuh jati diri bangsa serta kelestarian alam lingkungan.

"Seni budaya dan tradisi masyarakat menjadi aset utama kepariwisataan Indonesia, karena sifatnya yang unik dan khas," katanya.

Dalam kebijakannya, pemerintah secara tegas memberikan arah pembangunan pariwisata, yakni menjadikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai wahana bagi pengembangan pariwisata nasional.

Potensi itu dipromosikan secara meluas ke mancanegara dengan harapan dapat menjadi wahana yang utuh dan terpadu serta mengembangkan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu.

Semua itu menekankan pada pendekatan kriteria ekonomi, teknis, ergonomis, sosial budaya, hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan.

"Untuk itu, kearifan lokal masyarakat di masing-masing daerah mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan dan kemajukan sektor pariwisata tersebut," tutur Ketut Sumadi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement