Senin 07 Jan 2013 03:30 WIB

Cacingan Ganggu Tumbuh Kembang Anak

  Pengecekan kesehatan dan pertumbuhan balita. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pengecekan kesehatan dan pertumbuhan balita. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Penyakit cacingan sering terjadi dan bisa sangat menganggu tumbuh kembang anak. Karena itu, pemberian obat cacing kepada anak disarankan untuk dilakukan tiap enam bulan sekali. 

"Penyakit cacing antara lain akan mengganggu pertumbuhan fisik anak, dan bahkan bisa menimbulkan anemia," kata spesialis pada poliklinik penyakit anak di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Riau, Dr Zaimi Zet, SPA Ahad (6/1).

Menurut dia, cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis dan sub-tropis, dan biasanya meningkat ketika musim hujan, sebab pada saat itu sungai dan kakus meluap, dan larva cacing menyebar ke berbagai sudut yang sangat mungkin bersentuhan dan masuk ke dalam tubuh manusia.

Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh, katanya, perlu waktu 1-3 minggu untuk berkembang. Cacing yang biasa 'menyerbu' tubuh manusia adalah cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi.

"Orang tua penting mengenali dan mencegah penyakit cacing pada anak sejak dini. Gangguan yang ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai yang berat bahkan sampai mengancam jiwa," katanya.

Data dari situs dokter sehat.com menyebutkan bahwa sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Data tersebut diperoleh melalui survei dan penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi pada tahun 2006.

Sementara itu cara penularannya, cacing bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan atau minuman yang tercemar telur-telur cacing. Umumnya, cacing perut memilih tinggal di usus halus yang banyak berisi makanan, meski ada juga yang tinggal di usus besar.

Setelah masuk ke dalam usus manusia, cacing akan berkembang biak, membentuk koloni dan menyerap habis sari-sari makanan. Cacing mencuri zat gizi, termasuk protein untuk membangun otak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement