Sabtu 04 Aug 2012 02:03 WIB

Banyak Penerbangan Murah, Pemilik Hotel Girang, Kok?

Citilink
Foto: Citilink
Citilink

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Penerbangan "low cost" atau "budget airlines" dinilai menjadi salah satu faktor utama pendongkrak tingkat hunian hotel di Indonesia, demikian disampaikan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"LCC (Low Cost Carrier) sangat membantu mendorong naiknya tingkat hunian hotel terutama untuk wisatawan nusantara (wisnus)," kata Ketua Umum PHRI, Yanti Sukamdani.

Ia mengatakan, penerbangan "no frills flight" yang kini banyak diterapkan maskapai-maskapai seperti AirAsia dan Citilink, terbukti mampu memobilisasi wisnus dengan efektif.

Banyak wisnus, kata dia, yang semakin teredukasi untuk memilih transportasi udara khususnya LCC daripada transportasi darat, dan itu berdampak pada tingkat hunian hotel yang naik. "Ini sangat membantu penambahan jumlah kamar hotel, apalagi jika penerbangan itu linkage dengan beberapa negara di luar negeri," ucapnya.

Pihaknya mencatat dampak merebaknya LCC mendorong hotel-hotel bintang 2, bintang 3, dan budget hotel semakin diminati. Sementara tujuan wisata pilihan yang menjadi favorit meliputi Bali, Lombok, Rajaampat, Yogyakarta, dan Medan. "Untuk hotel bintang 3 dan bintang 4 tetap diminati walaupun tidak sebesar bintang 2-3 dan budget hotel," paparnya.

PHRI mencatat kenaikan tingkat hunian hotel untuk wisnus naik 5 persen dan wisman meningkat 3 persen. "Rata-rata tingkat hunian hotel di Indonesia sampai semester I tahun ini mencapai 65 persen dengan tarif kamar yang paling diminati berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu," tuturnya.

Ia mengatakan, penambahan jumlah hotel juga semakin meningkat di wilayah Indonesia Timur, selain itu juga di Medan, Batam, dan Jakarta.

Hal itu menurut dia karena saat ini telah diberlakukan kemudahan dalam hal perizinan hotel dan TDU bagi investor di bidang perhotelan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement