Selasa 27 Mar 2012 03:14 WIB

Asyik, Istana Putri Diana Terbuka untuk Umum

Istana Kensington
Foto: wikipedia
Istana Kensington

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON---Setelah dilakukan proses renovasi yang menelan biaya 12 juta pound, atau sekitar 19 juta dolar AS, istana kediaman mendiang Putri Diana, Kensington, resmi dibuka untuk umum mulai Senin (26/3).

Istana tersebut terletak di pusat Kota London dan di samping taman Hyde, yang bersejarah. Sebelumnya istana tersebut digunakan oleh Putri Diana --yang mendapat gelar Princess of Wales-- dan sekarang ditempati anak laki-laki sulungnya, Pangeran William, dan istrinya Catherine atau Duchess of Cambridge.

Istana tersebut menjadi sorotan media di seluruh dunia setelah kematian Putri Diana akibat kecelakaan mobil di Paris pada musim panas 1997. Setelah itu ribuan pelayat menempatkan karangan bunga di luar pintu gerbang utama istana tersebut. "Seandainya Anda datang ke Istana Kensington tahun lalu, maka anda akan berpikir bahwa itu adalah tempat rahasia, saya tidak mungkin bisa masuk ke dalamnya," ujar kepala musem di badan amal Historic Royal Palaces, Lucy Worsley, yang mengubah dan mengelola agar daerah tersebut terbuka untuk umum.

"Namun sekarang anda bisa. Ini merupakan hasil keputusan kami untuk membangun gerbang dan empat pameran yang di dalamnya menampilkan anggota kerajaan empat abad terakhir," kata dia sembari menambahkan Diana "merupakan anggota kerajaan yang paling terkenal di istana itu".

Pada Abad Ke-19, istana tersebut menjadi kediaman masa kecil dari Ratu Victoria, ujar Worsley kepada Kantor Berita Xinhua. "Kami dapat melihat seluruh cerita hidupnya di kamar yang ditempatinya," tambah dia.

Selain itu di bagian dalam bergaya Georgia dari Abad Ke-18 dan sejarah warga pertama yang menghuni istana tersebut pada Abad Ke-17, tambah dia.

Istana tersebut menjadi istana kerajaan sejak dibeli oleh Raja Inggris dan Skotlandia William III dan istrinya Mary II pada 1689. Christopher Wren, arsitek dari Katedral St Paul dan banyak gereja di London, didapuk untuk membesarkan istana tersebut.

Seorang anggota kerajaan, Mary II, meninggal di istana tersebut dan pengunjung dapat melihat ruangan yang menjadi tempat dia meninggal pada 1694. "Istana ini terbagi dua bagian, separuhnya dibuka untuk umum dan pengunjung dapat melihatnya, dan sebagian lagi adalah ruang pribadi yang hanya diperuntukkan bagi anggota kerajaan dan tidak terbuka untuk umum," ujar Worsley.

Itu adalah proyek besar, perlu waktu lima tahun untuk menyelesaikan, bahkan proyek tersebut mendapat dukungan dari pihak tata kota setempat. "Perbaikan sendiri dimulai lima tahun yang lalu, dari bagian istana yang tersembunyi dari masyarakat umum dan taman Kensington," ujar manajer proyek tersebut Jo Thwaites.

Uang untuk perbaikan tersebut berasal dari donasi yang dikumpulkan badan amal Historic Royal Palaces dan dana lotere nasional, tambah Thwaites. "Historic Royal Palaces mengelola lima istana kerajaan. Istana Kensington ini yang paling banyak menyimpan rahasia dan sedikit dikunjungi. Kami bertujuan meningkatkan jumlah pengunjung dan menghubungkan kembali istana ke taman," ujar manajer tersebut.

Sekitar satu juta pound, atau 1,59 juta dolar AS, dihabiskan untuk seni pertamanan dari taman baru, tambah Thwaites.

Twaites menambahkan investasi besar lain terdiri atas perbaikan bagian dalam dan perluasan istana lain yang baru termasuk toko, kafe dan fasilitas lain.

"Ini semua dilakukan dengan gaya klasik tradisional dan ada juga pintu masuk baru bergaya loggia untuk merayakan 60 tahun kekuasaan Ratu Elizabeth II, yang jatuh pada tahun ini," tambah Thwaites.

"Pengunjung pertama yang mengunjunginya adalah Sang Ratu dan dia sangat menyukainya," kata Thwaites.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement