Kamis 08 Sep 2011 16:47 WIB

Pariwisata Bali Selatan Dinilai Mulai Jenuh

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, mengatakan, saat ini pariwisata di Bali bagian selatan mulai terjadi kejenuhan, sehingga pembangunan penunjang pariwisata harus dialihkan ke bagian utara.

"Untuk menggairahkan kepariwisataan di Bali bagian utara, maka harus didukung pembangunan bandara internasional, yang kini masih sedang dikaji oleh tim," katanya di Denpasar, Kamis (8/9).

Dia mengaatakan, jika sudah terwujud pembangunan bandara internasional tersebut, pihaknya yakin akan ada keseimbangan kunjungan wisatawan yang selama ini terkonsetrasi di kawasan selatan.

"Selain pemerataan wisatawan yang selama ini di Bali bagian selatan, maka bisa dialihkan kunjungan wisatawan ke Bali utara," ucap menteri asal Kintamani, Kabupaten Bangli, ini.

Menyinggung mengenai moratorium pembangunan hotel di Bali bagian selatan, Wacik mengatakan, rencana itu demi pemerataan pembangunan dan perekonomian di Pulau Dewata.

"Jadi moratorium hotel di Bali bagian selatan itu tujuannya agar para investor mau mengalihkan investasinya ke Bali bagian utara atau timur," ujarnya menjelaskan.

Ia mengatakan, bila isi moratorium tersebut mampu diwujudkan oleh para investor, maka secara tidak langsung dapat menggairahkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Kalau di wilayah Buleleng infrastruktur dan penunjang kepariwisataan sudah bagus, begitu juga wisatawan yang berlibur ke Buleleng ramai, saya yakin warga di daerah itu tidak akan merantau ke Denpasar," katanya.

Menurut dia, yang menyebabkan warga ramai-ramai merantau ke Denpasar, kata dia, karena di daerah Bali bagian utara maupun timur sektor pekerjaan, terutama pariwisata masih lesu.

"Hal seperti itu menyebabkan warga Buleleng, Karangasem dan daerah lain, dipastikan mencari pekerjaan ke Kota Denpasar dan ke wilayah Bali selatan, seperti Nusa Dua dan Kuta," katanya menegaskan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement