Kamis 05 Nov 2026 16:07 WIB

Kapan Waktu Terbaik ke Dokter Gigi?

Kebiasaan menjaga kesehatan gigi sebaiknya mulai dibangun sejak anak-anak.

Rep: mg168/ Red: Qommarria Rostanti
Ruang perawatan gigi di Audy Dental, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Foto: Dok. Mg168
Ruang perawatan gigi di Audy Dental, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

JAKARTA -- Sering kali, gigi baru mendapat perhatian penuh ketika rasa nyeri mulai mendera atau lubang kecil berubah menjadi ngilu yang tak tertahankan. Padahal, menunggu hingga rasa sakit datang adalah pertanda bahwa masalah di dalam mulut sudah telanjur parah.

Perawatan gigi yang ideal bukan tentang memadamkan api saat kesakitan menyerang, melainkan merawat senyum sejak dini lewat kunjungan rutin ke dokter gigi sebelum keluhan kecil menjelma menjadi bencana besar. CEO of Audy Dental, drg Yulita Bong mengatakan, kebiasaan masyarakat dalam merawat gigi mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya kunjungan ke dokter gigi lebih banyak didorong oleh rasa sakit, kini sebagian pasien mulai datang untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan preventif.

Baca Juga

"Jadi dulu kalau misalnya kita lihat di luar kota, itu mostly orang datang kalau sakit. Walaupun saya bisa bilang bahwa orang-orang yang datang ke klinik yang diluar kota itu memang biasanya awareness dan lebih educated. Jadi bukan hanya orang datang kalau sakit gigi, tapi ada banyak trigger yang sekarang bikin orang datang untuk simpel-nya dia mau bersihin giginya, dia mau cek giginya," ujar Yulita dalam acara media breakfast gathering & Clinic Tour Audy Dental di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

CEO of Audy Dental, drg Yulita Bong saat media gathering di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).
CEO of Audy Dental, drg Yulita Bong saat media gathering di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). - (Dok. Mg168)

 

 

Menurut Yulita, perawatan gigi kini mulai dipandang sebagai bagian dari gaya hidup dan wellness. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi gigi yang bebas dari penyakit, tetapi juga kemampuan seseorang untuk tetap menjaga dan menikmati kualitas hidupnya.

Dia juga mengatakan, salah satu kelompok yang mulai menunjukkan perhatian terhadap perawatan preventif adalah pasien usia produktif khususnya mereka yang berusia 25 hingga 35 tahun. Berdasarkan pengamatan Audy Dental, kelompok usia tersebut menjadi pasien dengan kunjungan scaling terbanyak.

Kebiasaan menjaga kesehatan gigi menurut dia idealnya juga mulai dibangun sejak anak-anak. Orang tua tidak perlu menunggu sampai sang buah hati mengeluhkan sakit gigi untuk membawanya melakukan pemeriksaan.

Marketing Manager Audy Dental, drg Ary Agustanti, M.Kes mengatakan kunjungan ke dokter gigi sejak dini dapat membantu anak mengenal proses pemeriksaan tanpa harus terlebih dahulu mengalami rasa sakit. "Jadi jangan tunggu anaknya sakit, karena biasanya kalau anaknya sudah sakit, kondisi mentalnya juga udah painful ke dokter gigi, dia makin akan traumatis ketika langsung tindakan di hari pertama," ujar Ary.

Dia menyarankan orang tua mengenalkan pengalaman berkunjung ke dokter gigi secara bertahap. Sebelum datang ke klinik, anak dapat diperlihatkan video atau animasi mengenai pemeriksaan gigi agar memiliki gambaran bahwa kunjungan tersebut tidak selalu menakutkan. Menurut Ary, pendekatan dokter kepada anak juga perlu dilakukan secara perlahan, mulai dari berkenalan hingga memperkenalkan alat-alat pemeriksaan. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk merasa lebih nyaman sebelum menjalani tindakan perawatan.

Berita Lainnya

Rekomendasi