Selasa 03 Nov 2026 10:06 WIB

Serba-serbi Mood Swing pada Perempuan dan Cara Mengatasinya

Faktor hormonal berperan penting dalam memengaruhi kondisi emosional perempuan.

Perempuan mengalami mood swing (ilustrasi). Faktor hormonal memegang peranan penting dalam memengaruhi kondisi emosional perempuan.
Foto: Republika/Daan Yahya
Perempuan mengalami mood swing (ilustrasi). Faktor hormonal memegang peranan penting dalam memengaruhi kondisi emosional perempuan.

JAKARTA -- Perubahan suasana hati secara mendadak atau mood swing sering dikaitkan dengan fase transisi menopause pada perempuan. Ketika seorang perempuan tiba-tiba mengalami perubahan emosi yang drastis, anggapan umum masyarakat kerap langsung mengarah pada pertambahan usia dan tanda-tanda berhentinya masa reproduksi. Padahal, dinamika hormon dan kondisi mental perempuan jauh lebih kompleks dari sekadar urusan usia.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Dr dr Kanadi Sumapradja, Sp.O.G, Subsp.F.E.R.,M.Sc mengatakan mood swing atau perubahan suasana hati secara mendadak pada perempuan tidak melulu disebabkan karena persoalan menjelang menopause. Faktor hormonal memegang peranan penting dalam memengaruhi kondisi emosional perempuan. Namun, fluktuasi hormon ini dapat dipicu oleh berbagai hal di luar proses penuaan alami.

Baca Juga

Penurunan kadar hormon tertentu atau dominasi hormon lainnya dapat terjadi dalam berbagai situasi medis maupun penggunaan terapi tertentu. “Karena adanya fluktuasi tadi maka tentu terjadi penurunan estrogen atau terjadi dominasi hormon progesteron misalnya memang menyebabkan perubahan mental state yang meenyebabkan mood swing dan itu bisa terjadi bukan hanya pada menopausee tapi juga pada penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan penurunan estrogen,” kata Kanadi pada akhir Oktober.

photo
Wanita mengalami mood swing (ilustrasi). - (Dok. Magnific)

 

Kanadi yang juga merupakan penanggung jawab program pendidikan subspesialis bidang fertilitas, endokrinologi dan reproduksi FKUI itu menyebut perubahan suasana hati juga berkaitan dengan perubahan fisik dan mental tak hanya bergantung pada satu faktor melainkan multi faktor yang perlu dianalisa lebih jauh. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dan pemeriksaan mendalam ketika menghadapi keluhan perubahan suasana hati pada perempuan, agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tunggal.

Sementara untuk menghadapi kondisi mood swing pada perempuan, ia mengatakan bahwa tubuh memiliki cara adaptasi masing-masing. “Semua orang punya cara masing-masing untuk beradaptasi pada perubahan fisik dan mental dan ini yang dikenal dengan copying system dan ini juga mungkin berhubungan dengan bagaimana ia menjalani hidupnya sehari-hari dan seterusnya dan support system di sekelilingnya akan mendukung perubahan ini,” kata dia. 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi