Rabu 14 Oct 2026 11:13 WIB

Terlalu Lama Main HP Bisa Mengubah Cara Bernapas, Kok Bisa?

Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memicu pernapasan dangkal.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Ilustrasi wanita menggunakan ponsel. Posisi tubuh saat menggunakan perangkat digital, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dapat memengaruhi cara seseorang bernapas.
Foto: Republika/ Darmawan
Ilustrasi wanita menggunakan ponsel. Posisi tubuh saat menggunakan perangkat digital, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dapat memengaruhi cara seseorang bernapas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan layar ponsel atau gawai (screen time) berlebih bisa berdampak buruk pada penglihatan dan postur tubuh. Namun tahukah kamu bahwa kebiasaan screen time berlebih juga dapat memengaruhi pola pernapasan?

Dokter spesialis paru dr Sandeep Jain, mengatakan posisi tubuh saat menggunakan perangkat digital, ditambah kurangnya aktivitas fisik, dapat memengaruhi cara seseorang bernapas. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memicu pernapasan dangkal atau shallow breathing.

Baca Juga

Pernapasan dangkal merupakan kondisi ketika seseorang mengambil napas lebih pendek dan tidak sedalam biasanya. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang duduk membungkuk dalam waktu lama, misalnya saat menunduk untuk melihat layar ponsel atau menggulir media sosial.

"Saat melihat ponsel, orang cenderung mempertahankan posisi kepala condong ke depan, bahu membukat, dan postur membungkuk. Akibatnya, dada dan diafragma menjadi sulit untuk bergerak secara leluasa dan bernapas secara normal," kata dr Jain dilansir laman Hindustan Times, pada akhir pekan lalu.

Selain itu, terlalu lama menatap layar dapat mengurangi aktivitas fisik. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut berpotensi menurunkan kebugaran kardiorespirasi, yakni kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah dalam mendukung aktivitas fisik.

Dia mengatakan pernapasan dangkal tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit paru-paru. Menurut dia, stres, postur tubuh, dan kurangnya pergerakan dapat memengaruhi pola pernapasan.

Meski demikian, perubahan pernapasan tidak boleh diabaikan begitu saja. Dokter Jain mengingatkan, kesulitan bernapas, mengi, batuk kronis, nyeri dada, atau penurunan kemampuan berolahraga secara signifikan tidak boleh langsung dianggap sebagai dampak penggunaan layar. "Gejala tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, seperti asma, infeksi saluran pernapasan, alergi, masalah jantung, dan penyakit lainnya," kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi