Selasa 13 Oct 2026 09:31 WIB

Ternyata Teh Jahe Punya Manfaat Mentereng Buat Ginjal

Teh jahe dapat menjadi pilihan karena membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Teh jahe (ilustrasi). Teh jahe dinilai dapat menjadi alternatif minuman untuk menambah variasi asupan cairan sehari-hari.
Foto: pixabay
Teh jahe (ilustrasi). Teh jahe dinilai dapat menjadi alternatif minuman untuk menambah variasi asupan cairan sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ ini bertugas menyaring zat sisa dari darah, membuang kelebihan cairan melalui urine, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Ketika fungsi ginjal menurun, zat sisa dan cairan dapat menumpuk di dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko komplikasi kesehatan yang serius.

Di Indonesia, merujuk data Kementerian Kesehatan, penyakit ginjal menjadi penyebab kematian ke-10 di Indonesia dengan jumlah kematian lebih dari 42 ribu pertahun. Sebanyak 134.057 pasien gagal ginjal kronis juga menjalani prosedur hemodialisa atau cuci darah sepanjang 2024.

Baca Juga

Salah satu cara untuk mendukung fungsi ginjal adalah menjaga kecukupan cairan tubuh. Selain air putih yang menjadi pilihan utama, teh jahe dinilai dapat menjadi alternatif minuman untuk menambah variasi asupan cairan sehari-hari.

Pakar spesialis nutrisi ginjal asal AS, Michele Crosmer, mengatakan teh jahe dapat menjadi pilihan karena membantu memenuhi kebutuhan cairan. Ginjal membutuhkan cairan untuk menjalankan salah satu tugas terpentingnya, yakni menyaring darah dan membuang zat sisa.

"Asupan cairan yang cukup membantu mencegah urine menjadi terlalu pekat serta mengurangi risiko dehidrasi dan batu ginjal," kata dia dilansir laman Eating Well, Selasa (13/10/2026).

Selain itu, teh jahe juga mengandung polifenol yaitu senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif, yaitu kondisi ketika radikal bebas menumpuk dan berpotensi merusak sel.

"Penelitian yang terus berkembang juga mengkaji potensi polifenol dalam mendukung fungsi mitokondria dan melindungi sel dari kerusakan yang berkaitan dengan penyakit kronis, termasuk penyakit ginjal," kata Michele.

Sementara itu, pakar gizi Areli Gutierrez mengatakan teh jahe hangat berpotensi mendukung kesehatan ginjal karena kaitannya dengan pengurangan peradangan. Jahe mengandung sejumlah senyawa bioaktif, termasuk gingerol, shogaol, dan zingeron, yang berkontribusi terhadap sifat antioksidannya.

Jahe juga mengandung senyawa lain, seperti terpenoid, flavonoid, dan minyak atsiri, yang masih diteliti untuk mengetahui potensi manfaatnya bagi kesehatan, khususnya kesehatan jantung. "Kesehatan jantung dan ginjal saling berkaitan. Tekanan darah tinggì yang berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Karena itu, kebiasaan yang mendukung kesehatan jantung dan kelancaran aliran darah juga penting untuk diperhatikan," kata Areli.

Manfaat potensial teh jahe tidak hanya berkaitan dengan kandungan senyawanya, tetapi juga dengan kebiasaan menyiapkan dan menikmatinya. Areli menjelaskan bahwa proses menyeduh teh dapat memberikan efek menenangkan. Hal ini berpotensi mendukung kesehatan secara tidak langsung karena stres kronis dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit ginjal.

photo
Jahe (ilustrasi) - (Pixabay)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi