Rabu 30 Sep 2026 14:42 WIB

Bau Badan dan Keringat Berlebih Bikin Remaja Minder? Begini Cara Mengatasinya

Masa pubertas membawa pengaruh pada kondisi fisik dan kestabilan emosi remaja.

Rep: mg166/ Red: Qommarria Rostanti
peluncuran Nuvo Family DeoCare dan talkshow Growing Up with Confidence di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).
Foto: Dok. Mg166
peluncuran Nuvo Family DeoCare dan talkshow Growing Up with Confidence di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa peralihan dari usia anak-anak menuju remaja merupakan fase penting yang dipenuhi berbagai perubahan. Bagi para orang tua, tantangan nyata sering kali muncul dalam mengarahkan anak untuk konsisten menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh di tengah dinamika perubahan fisik maupun psikologis yang sedang mereka alami.

Perubahan biologis yang dialami remaja berlangsung sangat pesat dan mencakup banyak aspek. Psikolog anak dan keluarga, Roslina Verauli, mengatakan masa pubertas membawa pengaruh besar pada kondisi fisik, kestabilan emosi, hingga perubahan hormon anak. Hal ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika anak mulai menyadari perubahan pada tubuh mereka sendiri.

Baca Juga

“Ini adalah perubahan yang besar. Perubahan ini sangat besar karena memengaruhi perubahan fisik, hormon, dan emosi. Secara fisik, ada perubahan seperti komposisi tubuh. Secara hormonal, kelenjar keringat anak remaja lebih aktif. Kemudian perubahan ini memengaruhi suasana hati sang anak. Dan semua perubahan ini terjadi dengan pesat,” ujar Vera dalam peluncuran Nuvo Family DeoCare dan talkshow "Growing Up with Confidence" di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).

Melihat cepatnya proses tersebut, kebiasaan merawat diri secara mandiri atau personal hygiene menjadi hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk menekan dampak negatif dari pertumbuhan fisik. Menurut Vera, pengenalan kebersihan diri sejatinya sudah bisa dimulai sejak dini, namun perhatiannya perlu ditingkatkan saat anak memasuki masa pubertas.

“Concern-nya semakin tinggi ketika anak memasuki fase pubertas. Ketika tanda-tanda pubertas muncul, maka boleh diperkenalkan kembali personal hygiene, terutama mengenai kesehatan dan kebersihan,” ucap Vera.

Meski demikian, mengajak anak remaja untuk rutin menjaga kebersihan tubuh tidak selalu mudah. Tidak jarang orang tua menghadapi penolakan atau sikap acuh dari anak. Vera menilai tantangan ini sebagai hal yang wajar. Ia menyarankan agar orang tua berupaya memahami serta memvalidasi perasaan anak terlebih dahulu, lalu memberikan bimbingan secara bertahap tanpa terkesan memaksa.

Perspektif dari sisi anak muda disampaikan oleh peserta Clash of Champions Season 1 Sandy Kristian Waluyo. Sandy mengakui, dorongan yang terlalu keras atau instruksi berulang dari orang tua kerap memberikan tekanan tersendiri, terutama pada usia remaja yang mulai menginginkan kemandirian dalam mengambil keputusan.

“Kalau kita disuruh-suruh, malah ada rasa mindernya sendiri. Anak merasakan lingkungan luar seperti menolak dirinya, kemudian di rumah, orang tua juga melakukan hal yang sama. Baiknya untuk diperkenalkan dan dijelaskan agar anak bisa paham dengan sendirinya,” ujar Sandy.

Selain perubahan fisik, aspek sosial di sekolah dan lingkungan pertemanan turut memengaruhi kondisi emosional remaja. Aktivitas harian yang padat sering kali memicu keringat berlebih dan bau badan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada tingkat rasa percaya diri mereka saat berinteraksi.

“Memang usia SMP-SMA terasa banget kalau lagi keringetan. Padahal baru beraktivitas sebentar saja. Jadi sering kali merasa risih dan tidak nyaman sehingga memengaruhi kepercayaan diri. Belum lagi ketika bertemu teman ataupun lawan jenis yang membuat diri merasa minder,” ujar Sandy.

Bagi Sandy, kunci untuk mengikis rasa canggung dan membangun kepercayaan diri dimulai dari konsistensi merawat kebersihan tubuh secara rutin harian. “Usia remaja SMP-SMA memang krusial sekali. Kita sangat rentan dengan kebiasaan overthinking, lebih sensitif. Salah satu cara untuk mengurangi kekhawatiran itu adalah dengan menggunakan sabun pembersih diri yang tepat untuk menghilangkan bau badan, perasaan lengket, dan keringat, agar kita lebih percaya diri,” kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi