Rabu 30 Sep 2026 09:14 WIB

Mengenal Smartphone Brain, Keluhan Sakit Kepala Ketika Kebanyakan Main HP

Smartphone brain bisa menyebabkan sulit fokus, tidur, dan sakit kepala berulang.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Smartphone brain (ilustrasi). Smartphone brain digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan yang dapat muncul seiring penggunaan smartphone secara terus-menerus seperti perhatian yang mudah terpecah, gangguan tidur, dan sakit kepala.
Foto: www.freepik.com
Smartphone brain (ilustrasi). Smartphone brain digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan yang dapat muncul seiring penggunaan smartphone secara terus-menerus seperti perhatian yang mudah terpecah, gangguan tidur, dan sakit kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan smartphone (ponsel pintar) menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari memeriksa notifikasi saat baru bangun tidur, bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga menggulir media sosial sebelum tidur.

Kebiasaan ini dikaitkan dengan istilah smartphone brain yang bisa menyebabkan seseorang sulit fokus, tidur, dan picu sakit kepala berulang. Lantas apa smartphone brain? Dokter spesialis saraf dr Gaurav Batra menjelaskan bahwa smartphone brain bukanlah istilah medis resmi.

"Smartphone brain digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan yang dapat muncul seiring penggunaan smartphone secara terus-menerus seperti perhatian yang mudah terpecah, gangguan tidur, dan sakit kepala," kata dr Batra dilansir laman Hindustan Times, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, smartphone brain bukan hanya dipengaruhi oleh durasi penggunaan layar, namun juga seberapa sering ponsel menginterupsi fokus. Salah satu pola yang sering ditemukan adalah perpindahan tugas secara terus-menerus yang membuat perhatian menjadi terpencar.

Seseorang misalnya sedang membalas email kemudian memeriksa notifikasi, membuka media sosial, lalu kembali mengerjakan tugas sebelumnya. Menurut dr Batra, kebiasaan berpindah-pindah tugas seperti ini dapat membuat perhatian terfragmentasi dan konsentrasi terus terganggu.

Penelitian mengenai penggunaan smartphone menemukan adanya hubungan antara perubahan pada kontrol kognitif serta jaringan otak yang berkaitan dengan perhatian. Paparan terus-menerus terhadap notifikasi, video pendek, dan pergantian konten yang cepat dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi dalam waktu lama.

"Jika seseorang terus-menerus mendapatkan stimulasi dari notifikasi, video pendek, dan perubahan konten yang cepat, mempertahankan konsentrasi bisa menjadi lebih sulit. Hal ini sangat relevan bagi pelajar dan orang-orang yang pekerjaannya menuntut fokus dalam waktu lama," kata dr Batra.

Penggunaan ponsel berlebih juga dapat berdampak pada kualitas tidur. Dokter Batra mengatakan penggunaan ponsel pada malam hari dapat menunda waktu tidur, dan membuat otak tetap aktif.

la merujuk pada sebuah analisis yang menemukan setiap tambahan satu jam waktu menatap layar per hari berkaitan dengan berkurangnya durasi tidur sekitar tiga hingga lima menit. Paparan layar yang lebih lama juga dikaitkan dengan waktu tidur yang lebih larut serta kemungkinan lebih besar mengalami insomnia.

"Hal ini tidak semata-mata disebabkan oleh cahaya layar. Ponsel dapat membuat otak tetap aktif secara mental, mendorong kita untuk menunda waktu tidur, serta menciptakan kebiasaan memeriksa perangkat setiap kali kita terbangun di tengah malam," ujar dr Batra.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi