Jumat 30 Oct 2026 08:45 WIB

PPA dan Lokananta Buka Program Inkubasi untuk Musisi Muda

Sejumlah musisi dan praktisi industri dilibatkan sebagai mentor.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
PPA bersama Lokananta meluncurkan Bintang Muda Lokananta Vol. 3 untuk mendukung pengembangan musisi muda Indonesia.
Foto: PPa
PPA bersama Lokananta meluncurkan Bintang Muda Lokananta Vol. 3 untuk mendukung pengembangan musisi muda Indonesia.

JAKARTA – Musisi muda Indonesia kembali mendapat kesempatan mengembangkan karier melalui program inkubasi Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 3. Program yang digagas PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA bersama Lokananta ini memberikan pendampingan mulai dari produksi karya, penguatan keterampilan bermusik, hingga promosi untuk membantu musisi memasuki industri musik profesional.

Direktur Utama PPA M. Teguh Wirahadikusumah mengatakan, program BML Vol. 3 menjadi bagian dari peringatan 70 tahun Lokananta. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran Lokananta dalam pengembangan talenta dan ekosistem industri musik nasional.

Baca Juga

“Ini menegaskan peran Lokananta sebagai institusi musik bersejarah yang keberlanjutan, serta terus beradaptasi dan relevan dalam mendukung perkembangan ekosistem industri musik Indonesia,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Teguh menjelaskan, BML merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPA di bidang pendidikan yang berfokus pada pengembangan musisi muda. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh kesempatan merekam karya, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk memahami kebutuhan industri musik.

Rangkaian kegiatan mencakup kurasi, Lokananta Studio Gigs, pendampingan bersama praktisi industri, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi. Pendekatan tersebut diharapkan membantu peserta membangun jejaring dan mengembangkan karier musik secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program BML melibatkan sejumlah musisi dan profesional industri sebagai juri serta mentor. Mereka antara lain Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan.

Menurut Teguh, pelaksanaan dua edisi sebelumnya menunjukkan peningkatan nilai manfaat sosial program. Berdasarkan pengukuran Social Return on Investment (SROI), BML Vol. 1 mencatat skor 7,13 yang meningkat menjadi 7,46 pada BML Vol. 2.

“Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya nilai sosial yang dihasilkan melalui program, sekaligus menunjukkan efektivitas investasi sosial PPA dalam menciptakan dampak positif bagi pengembangan talenta muda dan ekosistem industri kreatif,” ucap Teguh.

Selain pengembangan musisi, PPA juga berupaya memperluas pemanfaatan Lokananta sebagai pusat kegiatan kreatif dan komersial. Sejak direvitalisasi dan kembali dibuka untuk publik pada 2023, Lokananta mengembangkan berbagai kegiatan yang menghubungkan pelestarian musik, produksi kreatif, pertunjukan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sejak direvitalisasi dan kembali dibuka untuk publik pada 2023, Lokananta terus berkembang menjadi sebuah destinasi yang mengintegrasikan pelestarian warisan musik, produksi kreatif, pertunjukan, kolaborasi dan aktivitas ekonomi masyarakat,” lanjut Teguh.

Sejak kembali dibuka pada 2023, Lokananta telah mencatat lebih dari 1,2 juta kunjungan dan menjadi lokasi penyelenggaraan 497 kegiatan. Teguh menilai revitalisasi aset tersebut perlu diikuti dengan program yang memberikan manfaat bagi perkembangan industri musik dan generasi muda.

“Aset negara ini harus terus produktif dan menciptakan nilai. Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar seperti menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik,” kata Teguh.

CEO Lokananta Wendi Putranto mengatakan, pengembangan musisi muda menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan peran Lokananta dalam industri musik Indonesia. Menurut Wendi, pelestarian warisan musik perlu berjalan beriringan dengan penciptaan karya baru dan pengembangan talenta.

“Kami ingin Lokananta menjadi tempat di mana talenta muda tidak hanya ditemukan dan direkam, tetapi juga dibekali pengetahuan, jejaring, serta kesempatan untuk membangun karier yang berkelanjutan,” ujar Wendi.

Wendi menjelaskan, BML Vol. 3 terbuka bagi musisi solo maupun musisi dari berbagai daerah di Indonesia. Pendaftaran berlangsung mulai 29 Oktober hingga 31 Desember 2026 secara gratis melalui situs resmi Lokananta.

“Kami berharap BML dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi musisi Indonesia, sekaligus memperkuat peran Lokananta sebagai pusat pengembangan musik dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” kata Wendi.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi