Jumat 25 Sep 2026 09:35 WIB

Menopause Berisiko Picu Penyakit Jantung, Ini Saran Dokter Agar Tetap Sehat

Risiko kardiovaskular semakin tinggi pada perempuan yang mengalami menopause dini.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Menopause (ilustrasi). Menopause tidak hanya membawa perubahan pada siklus menstruasi perempuan. Fase ini juga disertai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Foto: Dok. Freepik
Menopause (ilustrasi). Menopause tidak hanya membawa perubahan pada siklus menstruasi perempuan. Fase ini juga disertai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menopause tidak hanya membawa perubahan pada siklus menstruasi perempuan. Fase ini juga disertai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dokter spesialis jantung dr Anupam Goel mengatakan risiko kardiovaskular semakin tinggi pada perempuan yang mengalami menopause dini atau menopause akibat tindakan operasi pengangkatan ovarium. Menurut Goel, menopause menyebabkan sejumlah perubahan di dalam tubuh yang dapat berdampak terhadap kesehatan jantung.

Baca Juga

"Jika menopause terjadi pada usia alami dan berlangsung secara bertahap, maka gejala dan dampaknya tidak terlalu besar, tetapi menopause tetap berkaitan dengan hasil kardiovaskular yang lebih buruk dibandingkan perempuan yang lebih muda," kata Goel dilansir laman Hindustan Times, Kamis (24/9/2026)

Salah satu perubahan tersebut berkaitan dengan kolesterol. Saat memasuki fase menopause, kadar kolesterol jahat (LDL) dapat meningkat, di mana partikel LDL menjadi lebih kecil dan padat. Partikel tersebut lebih mungkin menyebabkan penyumbatan pembuluh darah sertmeningkatkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, menopause juga berkaitan dengan kekakuan arteri atau pembuluh darah yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi ini merupakan faktor risiko yang sangat signifikan terhadap stroke dan penyakit jantung.

"Jadi perubahan kolesterol, kekakuan arteri, peningkatan tekanan darah, dan kondisi tubuh yang lebih rentan terhadap peradangan, itu semua dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan selama menopause.," kata dr Goel.

Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung? Dokter Goel menekankan, menopause adalah fenomena alami. Karenanya perempuan tidak perlu menjalani fase tersebut dengan rasa takut. Menjaga diri tetap rileks dan sehat dapat membantu perempuan melewati masa menopause dengan nyaman dan tetap menjalani kehidupan yang bermakna.

"Di dunia medis, kami mengatakan ini adalah window of opportunity untuk menjalani gaya hidup sehat dan melakukan perubahan yang berkaitan dengan kesehatan pada perempuan," kata dia.

Dia menyoroti pentingnya pola hidup sehat selama menopause. Perempuan dianjurkan untuk berusaha tetap rileks dan mengonsumsi makanan sehat. Selain pola makan, aktivitas fisik disebut sebagai bagian yang sangat penting untuk menjalani menopause yang sehat sekaligus menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi