Ahad 20 Sep 2026 17:56 WIB

Tamiya dan Fenomena Kidult, dari Nostalgia Menjadi Kompetisi

Komunitas Tamiya kini mendorong agar berkembang jadi cabor di PON.

Peserta memegang Tamiya di Lomba Standar Tamiya Classic (STC) 2026 yang digelar komunitas DG DASH di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Foto: dok Republika
Peserta memegang Tamiya di Lomba Standar Tamiya Classic (STC) 2026 yang digelar komunitas DG DASH di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tamiya Mini 4WD yang lekat dengan kenangan masa kecil generasi 1980-an dan 1990-an kini semakin banyak dimainkan kembali oleh orang dewasa. Hobi merakit dan membalap mobil miniatur tersebut bahkan berkembang menjadi kompetisi yang digelar secara terorganisasi.

Pemandangan itu terlihat dalam Lomba Standar Tamiya Classic (STC) 2026 yang digelar komunitas DG DASH di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Puluhan peserta dewasa tampak serius mempersiapkan dan menyetel mobil miniatur mereka sebelum berlomba di lintasan.

Baca Juga

Fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan istilah kidult, gabungan dari kata kid dan adult, untuk menggambarkan orang dewasa yang kembali menikmati aktivitas atau produk yang identik dengan masa kanak-kanak. Dalam perkembangannya, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sarana nostalgia, tetapi juga membentuk komunitas dan kompetisi.

Salah seorang peserta asal Jakarta Utara, Deni Hendriawan, mengatakan nostalgia menjadi salah satu alasan dirinya kembali menekuni Tamiya. Selain itu, aktivitas tersebut memberinya kesempatan untuk berkumpul dan beraktivitas bersama teman-teman.

"Yang pasti alasannya adalah nostalgia, terus udah begitu kita keseruan kumpul teman-teman, main bareng, rakit bareng, itu yang paling seru sih," ujar Deni yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta.

Peserta lainnya, Satria Aditya Pramana dari BSD, Tangerang, mengatakan Tamiya telah menjadi bagian dari hobinya. Menurut dia, aktivitas tersebut juga dapat menjadi pilihan kegiatan bersama keluarga.

"Kalau harapan saya sih karena ini positif ya, regenerasinya bagus untuk anak-anak. Jadi buat bapak-bapak yang udah ada anak boleh tuh kalau race dibawa biar suka juga," kata Satria.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi