Rabu 16 Sep 2026 15:28 WIB

Ed Sheeran Ungkap Pendepakan Macklemore dari Konser Berasal dari Promotor

Sheeran menyebut dia berupaya memediasi agar Macklemore tidak didepak namun gagal.

Penyanyi asal Inggris, Ed Sheraan. Dia mengatakan keputusan pendepakan Macklemore dari turnya berasal dari pihak promotor tur, bukan dari dirinya.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Penyanyi asal Inggris, Ed Sheraan. Dia mengatakan keputusan pendepakan Macklemore dari turnya berasal dari pihak promotor tur, bukan dari dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan untuk mengeluarkan rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, dari jajaran artis pembuka dalam tur Ed Sheeran bertajuk "US Loop Tour" memicu gelombang reaksi hingga aksi solidaritas di kalangan musisi internasional. Di tengah perselisihan tersebut, Ed Sheeran akhirnya buka suara.

Menurut dia, keputusan pendepakan Macklemore berasal dari pihak promotor tur, bukan dari dirinya. Ketegangan ini bermula ketika Macklemore, yang memiliki nama asli Ben Haggerty, tampil dalam tur bersama Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Baca Juga

Di atas panggung, Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap Palestina dengan menyerukan pesan "Free Palestine" serta beberapa pernyataan pro Palestina lainnya. Aksi ini segera mengundang sorotan dan kritik dari sejumlah pihak, hingga berujung pada ancaman boikot dari para pengelola venue di berbagai kota.

Menanggapi situasi yang berkembang makin liar, Ed Sheeran mengunggah pernyataan tertulis sebanyak enam slide di akun Instagram pribadinya untuk memberikan penjelasan jujur dan mengklarifikasi fakta-fakta yang ada. Dalam unggahan tersebut, Ed Sheeran mengungkapkan, ancaman serius datang dari pihak pengelola venue yang mengancam akan membatalkan pertunjukan-pertunjukan mendatang jika tur tersebut tetap melibatkan Macklemore.

Sheeran mengeklaim dirinya tidak tinggal diam saat hal itu terjadi. "Saya diberitahu bahwa sikap ini didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian dari pesan tersebut selama penampilannya, bukan pada keseluruhan dari apa yang dikatakan," tulis Sheeran dikutip dari akun Instagram pribadinya @teddysphotos.

 

View this post on Instagram

A post shared by Ed Sheeran (@teddysphotos)

 

Penyanyi asal Inggris ini juga menyatakan rasa duka dan prihatinnya terhadap penderitaan korban di Israel dan Palestina. "Saya memiliki pandangan pribadi tentang konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara secara terbuka, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga tidak berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan dengan cara saya sendiri yang bersifat pribadi," kata Sheeran.

Dia meyakini bahwa penonton yang membeli tiket dan datang ke konsernya memiliki harapan tertentu yang ingin dipenuhi, yaitu menikmati musik dan melarikan diri sejenak dari penatnya realitas. Menurut Sheeran, para penonton yang menghadiri pertunjukannya tidak berharap mendapatkan forum politik.

Sheeran juga menyampaikan rasa hormatnya kepada Macklemore yang berani menyuarakan keyakinannya tanpa ragu, meskipun ia sendiri memilih jalan yang berbeda dalam merespons konflik dunia. "Saya menghormati keteguhan tujuan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang dia yakini. Namun, ada ruang bagi banyak pendekatan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu perdamaian. Saya memilih untuk menggunakan ketenaran dan platform saya sebagai tempat yang aman dan perlindungan, untuk menjaga diplomasi dan menjaga percakapan tetap terbuka, bukan tertutup," kata Sheeran.

Sheeran mengatakan dirinya telah berupaya keras memediasi situasi tersebut agar tidak berujung pada pembatalan. "Saya berbicara panjang lebar dengan pihak pengelola tempat pertunjukan sepanjang pekan untuk mencoba membangun jembatan komunikasi," kata dia.

Namun, diplomasi yang dilakukan Sheeran tidak mampu membendung desakan ekonomi dan politik dari pemilik sarana olah raga serta promotor. Salah satu tekanan terkuat datang dari miliarder Robert Kraft, pemilik klub National Football League (NFL) New England Patriots sekaligus pemilik Gillette Stadium di Massachusetts. 

Berita Lainnya

Rekomendasi