Sabtu 05 Sep 2026 05:24 WIB

Adidas Gandeng Tentara IDF untuk Kampanye Promosi

Kampanye ini pun memicu kecaman di media sosial.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Fitriyan Zamzami
Promosi Adidas yang menampilkan eks tentara IDF Shalev Biton .
Foto: Adidas
Promosi Adidas yang menampilkan eks tentara IDF Shalev Biton .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan sandang asal Jerman, Adidas, menuai kecaman setelah menampilkan eks tentara Israel Shalev Biton dalam kampanye untuk layanan "One Shoe Service". Melalui inisiatif ini, pelanggan yang hanya membutuhkan satu sepatu cukup membayar separuh harga.

Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka parah saat bertugas di Gaza selama serangan militer Israel di wilayah tersebut pada tahun 2021. Dalam unggahan di Instagram pada 26 Agustus 2026, Biton mengumumkan keterlibatannya dalam kampanye terbaru Adidas.

Baca Juga

"Rasanya ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan," kata Biton seraya mengatakan bahwa inisiatif One Shoe Service terinspirasi dari pengalamannya pribadinya yang hanya membutuhkan satu sepatu setelah kehilangan kaki kirinya.

Dalam unggahan berbahasa Ibrani, Biton mengatakan selama ini kerap membeli sepasang sepatu lari, meskipun hanya menggunakan satu sepatu. la menggambarkan inisiatif ini sebagai respons terhadap kebutuhan yang sederhana namun penting bagi orang-orang dengan kondisi serupa.

"Sekarang, tinggal saatnya untuk keluar dan berlari," kata Biton dilansir lama The Siasat Daily, Jumat (4/9/2026).

Layanan One Shoe Services di Israel merupakan bagian dari program yang sebelumnya telah diperkenalkan Adidas di sejumlah negara Eropa. Di Israel, layanan tersebut mulai diluncurkan pada Agustus 2026.

photo
Para pemain sepak bola perempuan penyandang amputasi asal Palestina, yang kehilangan anggota tubuh akibat perang di Jalur Gaza, mengikuti sesi latihan dalam ruangan yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Amputasi Palestina di Deir al-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, Rabu (1/7/2026). - ( EPA/HAITHAM IMAD)

Kampanye ini pun memicu kecaman di media sosial, di mana warganet menyerukan boikot terhadap Adidas atas keputusannya menampilkan Biton. Warganet mempertanyakan keputusan Adidas menggaet sosok tentara Israel dalam kampanye yang mengusung pesan inklusivitas serta dukungan bagi orang yang mengalami amputasi.

Beberapa warganet juga membandingkan kisah Biton dengan kondisi warga Palestina di Gaza yang mengalami luka berat dan kehilangan anggota tubuh akibat serangan militer Israel.

"Beginilah cara kerja propaganda, Memanusiakan tentara, namun melenyapkan sosok warga Palestina yang menjadi sasaran bom," komentar warganet dengan akun @haroon**,

"Sayang sekali, adidas. Dulu saya sangat menyukai sepatu Anda, tetapi mulai sekarang saya akan memboikot merek ini karena telah mendukung IDF," kata warganet lainnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi