REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nyeri pinggang yang menjalar hingga ke kaki sering kali langsung dikaitkan dengan saraf kejepit. Padahal menurut neurolog sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Yeni Quinta Mondiani, kasus nyeri pinggang yang benar-benar disebabkan oleh saraf kejepit diperkirakan kurang dari 10 persen.
"Kalau nyeri pinggang bawah itu penyebabnya sangat bervariasi. Sebagian besar sebenarya adalah mechanical low back pain yang umumnya berkaitan dengan gangguan pada otot atau ligamen," kata dr Yeni dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (25/9/2026).
Saraf kejepit merupakan kondisi ketika bantalan antartulang belakang menekan saraf di sekitarya. Namun, nyeri pinggang bawah juga dapat dipicu berbagai penyebab lain, seperti penyakit degeneratif, trauma fisik, tuberkulosis (TB) tulang, hingga penyebaran keganasan ke tulang belakang. Karena penyebabnya beragam, masyarakat disarankan mengenali gejala terlebih dahulu sebelum menyimpulkan sendiri bahwa nyeri yang dialami merupakan saraf kejepit.
la menjelaskan bahwa saraf memiliki tiga fungsi, yakni sensorik, motorik, dan otonom. Gangguan sensorik dapat berupa kebas, kesemutan, atau nyeri yang menjalar. Gangguan motorik dapat menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan, sedangkan gangguan pada fungsi otonom dapat berupa gangguan buang air besar dan buang air kecil.
"Untuk memastikan penyebab nyeri, dokter perlu melakukan wawancara medis secara rinci, pemeriksaan fisik dan saraf, serta tes provokasi. Pemeriksaan penunjang seperti sinar-X, CT scan, atau MRI kemudian dipilih berdasarkan dugaan penyebab yang muncul dari pemeriksaan awal," kata dia.
Proses diagnosis yang berlapis ini menunjukkan bahwa penyebab nyeri pinggang tidak bisa dipastikan hanya dari rasa sakit yang dirasakan. Inilah yang membuat dr Yeni mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan pijat ketika mengalami dugaan saraf kejepit.
"Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter fisioterapinya," kata dia.