REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa cemas merupakan hal wajar dialami dari waktu ke waktu. Namun, bagi sebagian orang, rasa khawatir dan takut dapat berlangsung terus-menerus hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
National Institute of Mental Health mengungkapkan, malam hari sering kali menjadi waktu ketika kecemasan terasa lebih kuat. Kondisi tubuh yang sudah lelah, ditambah waktu luang yang membuat seseorang lebih banyak berpikir, dapat memicu kecemasan.
Minuman tertentu dinilai bisa membantu membantu mengurangi kecemasan pada malam hari. Pakar nutrisi Lauren Manaker, mengatakan, menikmati teh chamomile setelah makan malam bisa membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.
"Chamomile telah digunakan sebagai herbal selama berabad-abad karena kaya manfaat. Chamomile mengandung senyawa tumbuhan yang disebut flavonoid, termasuk apigenin. Senyawa ini dapat berinteraksi dengan bagian otak yang berkaitan dengan relaksasi," kata Manaker dilansir laman Eating Well, Ahad (30/8/2026).
Psikiater dari Voyager Recovery Center, Lori Bohn, mengatakan senyawa dalam chamomile kemungkinan turut memengaruhi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal atau HPA. Sistem tersebut berperan dalam respons tubuh terhadap stres.
Sejumlah penelitian menunjukkan chamomile berpotensi membantu mengurangi gejala kecemasan dan insomnia pada berbagai kelompok orang, bukan hanya mereka yang mengalami gangguan kecemasan. "Penelitian terbaru menemukan konsumsi teh chamomile dapat membantu perempuan pascamenopause merasa lebih sedikit mengalami kecemasan dan depresi," kata dia.