Selasa 21 Jul 2026 16:11 WIB

Cara Sederhana Menghambat Miopia pada Anak

Dokter mata tegaskan pentingnya anak menjauhi gadget.

Anak lebih baik banyak bermain ketimbang menatap gadgdet demi memiliki mata yang sehat.
Foto: Republika/Prayogi
Anak lebih baik banyak bermain ketimbang menatap gadgdet demi memiliki mata yang sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis mata anak dr Indah Saraswati, BMEDSC(Hons), Sp M menyampaikan cara-cara sederhana untuk memperlambat perkembangan miopia atau rabun jauh pada anak. Salah satu cara termudah adalah memperbanyak kegiatan di luar ruangan.

"Yang paling penting dan paling gratis itu outdoor activity," kata dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Anak & Bunda Harapan Kita itu dalam acara Healthy Vision Day yang diselenggarakan oleh EssilorLuxottica Indonesia, Selasa (21/7/2026). "Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena sinar matahari. Minimal dua jam sehari."

Baca Juga

Ia mengatakan aktivitas di luar ruangan tidak harus dilakukan di bawah terik matahari. Anak-anak dapat diajak bermain atau sekadar duduk-duduk di teras rumah pada pagi atau sore hari sambil melihat objek yang berjarak jauh agar mata tidak terus-menerus berfokus pada objek dekat.

"Kalau misalnya di kota orang tua khawatir anak bermain di luar, duduk di teras juga tidak apa-apa. Yang penting melihat jauh sekitar enam meter dan terkena matahari," kata dr Indah.

Selain memperbanyak aktivitas di luar ruangan, dr Indah mengingatkan orang tua untuk mengurangi kebiasaan anak melihat objek dari jarak dekat. Termasuk menggunakan gawai terlalu lama.

Kegiatan seperti membaca buku atau menggambar, menurut dia, sebaiknya juga diselingi dengan waktu istirahat agar mata tidak terus bekerja pada jarak dekat. Saat membaca, ia mengatakan, anak-anak sebaiknya disarankan untuk menjaga jarak sedikitnya 30 cm dari bacaan dan menerapkan aturan 20-20-20.

Yang dimaksud dengan aturan aturan 20-20-20 yakni setiap 20 menit melihat pada jarak dekat mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh sekitar 20 kaki atau enam meter. Dokter Indah menambahkan, penggunaan gawai pada anak sebaiknya dibatasi tidak lebih dari dua jam per hari.

Selain berpeluang mempercepat perkembangan miopia, menurut dia, terlalu lama menatap layar perangkat elektronik dapat memengaruhi kemampuan berkonsentrasi, kualitas tidur, dan proses belajar anak.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi