REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam layanan kesehatan terus berkembang. Terbaru, teknologi analisis retina berbasis AI bernama Dr Noon dikenalkan sebagai pendekatan baru dalam memprediksi risiko penyakit kardiovaskular melalui foto retina.
Teknologi yang dikembangkan di Korea Selatan (Korsel) ini memanfaatkan citra retina untuk membantu mengidentifikasi risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) atau penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Selain mendukung penilaian risiko penyakit jantung, sistem itu dapat membantu mendeteksi sejumlah gangguan kesehatan mata melalui proses skrining yang bersifat noninvasif.
Pemanfaatan retina sebagai sumber informasi kesehatan menjadi perhatian dalam simposium bertajuk "Novel Methods to Predict ASCVD Risk" di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026). Sesi tersebut menghadirkan dr Sahil Thakur, clinician scientist sekaligus dokter spesialis mata asal Singapura, yang menjelaskan perkembangan bidang oculomics.