Kamis 09 Jul 2026 14:40 WIB

Google Dikabarkan Pakai Data Pencarian Buat Melatih Al

Pembaruan ini diumumkan Google melalui email kepada pelanggan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pengguna sedang melakukan pencarian di internet (ilustrasi). Google memperbarui pengaturan privasi layanan pencariannya. Dalam pembaruan tersebut, perusahaan kini dapat menyimpan dan menggunakan media yang diunggah termasuk gambar, file, serta rekaman audio dan video, untuk melatih model kecerdasan buatan (Al).
Foto: dok Freepik
Pengguna sedang melakukan pencarian di internet (ilustrasi). Google memperbarui pengaturan privasi layanan pencariannya. Dalam pembaruan tersebut, perusahaan kini dapat menyimpan dan menggunakan media yang diunggah termasuk gambar, file, serta rekaman audio dan video, untuk melatih model kecerdasan buatan (Al).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Google memperbarui pengaturan privasi layanan pencariannya. Dalam pembaruan tersebut, perusahaan kini dapat menyimpan dan menggunakan media yang diunggah termasuk gambar, file, serta rekaman audio dan video, untuk melatih model kecerdasan buatan (Al).

Dengan kata lain, media yang diunggah pengguna ke berbagai layanan pencarian Google dapat digunakan untuk mengembangkan Al perusahaan.

Baca Juga

Pembaruan ini diumumkan Google melalui email kepada pelanggan pada bulan Juni lalu. Namun, perubahan tersebut dilakukan tanpa banyak sorotan karena dikemas seolah-olah perusahaan memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna.

Dalam pembaruan tersebut, Google memperkenalkan dua pengaturan baru, yaitu Riwayat Layanan Pencarian yang memungkinkan pengguna mengatur bagaimana aktivitas mereka di layanan pencarian Google disimpan dan digunakan. Kemudian Personalized Rekomendasi, yang mengatur bagaimana aktivitas pengguna dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebiasaan mereka.

Perubahan ini tidak hanya berlaku untuk Google Penelusuran. Namun juga mencakup layanan pencarian Google lainnya, seperti Maps, Shopping, Flights, Hotels, Translate, dan News.

Dengan pengaturan baru ini, berbagai media yang dikirim pengguna ke layanan Google dapat tersimpan dan digunakan untuk pelatihan Al. Misalnya, ketika pengguna memakai Google Lens untuk mencari informasi secara visual dengan mengambil foto, gambar tersebut dapat disimpan dan digunakan untuk melatih Al.

Begitu juga ketika pengguna menggunakan fitur Search Live di aplikasi Google untuk melakukan pencarian menggunakan suara. Rekaman audio tersebut dapat disimpan, termasuk rekaman dari fitur pencarian suara Google lainnya. Pengguna Google Translate yang memanfaatkan layanan tersebut untuk berlatih berbicara juga dapat memiliki rekaman suara yang tersimpan.

Perubahan ini mencerminkan perubahan yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan mengumpulkan data dengan berbagai cara untuk meningkatkan layanan mereka. Alih-alih hanya mengandalkan informasi yang diambil dari internet, Google dan perusahaan lain kini mengumpulkan data yang dibuat atau diunggah pengguna ketika menggunakan layanan mereka.

Google secara langsung mengonfirmasi penggunaan media untuk pelatihan Al dalam email kepada pelanggan. “Seperti Riwayat Layanan Pencarian Anda, media tersimpan Anda juga digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan layanan serta teknologi Google, termasuk model Al dan langkah-langkah keamanan,” kata Google seperti dilansir laman Tech Crunch, Rabu (8/7/2026).

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi