Jumat 03 Jul 2026 12:53 WIB

Dampak Paparan Screen Time pada Anak Usia di Bawah 2 Tahun

Screen time pada anak di bawah usia 2 tahun dapat mengurangi ikatan dengan orang tua.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Bayi usia di bawah 2 tahun memegang gadget (ilustrasi). Para peneliti menyebut paparan gadegan berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan anak.
Foto: Dok. Magnific
Bayi usia di bawah 2 tahun memegang gadget (ilustrasi). Para peneliti menyebut paparan gadegan berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak yang berusia di bawah dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar (screen time) sama sekali. Hal ini merujuk pada sebuah observasi sistematis terbaru yang menghubungkan paparan layar pada dua tahun pertama dengan dampak jangka panjang pada kesehatan dan kualitas hidup anak.

Analisis tersebut menemukan bukti kuat bahwa penggunaan media digital, terutama televisi, ponsel seluler, dan tablet, sudah meluas pada anak-anak di bawah usia dua tahun. Para peneliti menyebut paparan gadget berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan anak.

Baca Juga

Screen time pada anak di bawah usia 2 tahun dapat mengurangi ikatan dengan orang tua, membatasi perkembangan bahasa anak, serta meningkatkan risiko stimulasi berlebihan. “Kita telah mengetahui bahwa penggunaan layar di kalangan anak-anak di bawah usia dua tahun merupakan masalah global, yang hingga sekarang belum ditangani secara memadai,” kata peneliti sekaligus dosen senior di Universitas Leeds, Rafe Clayton, dikutip dari Euro News, Jumat (3/7/2026).

photo
Anak kecanduan gadget. Ilustrasi - (Republika.co.id)

 

Clayton mengatakan dua tahun pertama kehidupan merupakan periode penting dalam membangun fondasi kesehatan fisik dan mental anak. Menurutnya, penggunaan layar pada masa tersebut memiliki dampak terhadap satu generasi dan kualitas hidup mereka di masa depan.

Berdasarkan temuan itu, para peneliti dari University of Leeds, Leeds Trinity University, Aston University, dan Loughborough University merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia dua tahun tidak menerima screen time secara teratur dan disengaja.

Mereka juga mengirimkan agar panduan yang menyebut penggunaan layar bersama untuk anak-anak di bawah usia dua tahun dapat diterima. Lalu panduan yang menyarankan bahwa teknologi layar cocok untuk semua usia, tinjau kembali.

“Kami berharap temuan ini dapat memberikan informasi kepada orang tua, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendukung penggunaan teknologi yang berkelanjutan dan memberi informasi untuk panduan pengembangan yang relevan bagi anak-anak kecil,” kata ahli perilaku adiktif di Loughborough University, Richard James.

photo
Ilustrasi anak bermain gawai - (Republika/Daan Yahya)

 

James menyebut, minimalnya panduan membuat para orang tua tanpa sadar mengajarkan bayi dan anak-anak membangun kebiasaan serta hubungan yang tidak sehat dengan perangkat layar. Dalam pengamatan tersebut, para peneliti juga mencatat salah satu yang menyebut penggunaan layar terus meningkat pada anak-anak. Saat memasuki usia dua tahun, penggunaan layar setiap hari hampir menjadi hal yang universal dan telah melampaui batas yang direkomendasikan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi