Selasa 09 Jun 2026 13:17 WIB

Benarkah Makan Durian Bikin Kolesterol Naik?

Bagi individu yang punya riwayat kolesterol tinggi, sebaiknya batasi konsumsi durian.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Calon pembeli memilah buah durian di lapak dagangan durian Palembang di kawasan Warung Buncit, Jakarta, Ahad (2/1/2025). Di balik kenikmatannya, durian sering kali dianggap sebagai biang kerok meningkatnya kadar kolesterol.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon pembeli memilah buah durian di lapak dagangan durian Palembang di kawasan Warung Buncit, Jakarta, Ahad (2/1/2025). Di balik kenikmatannya, durian sering kali dianggap sebagai biang kerok meningkatnya kadar kolesterol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Durian merupakan salah satu buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain karena rasanya yang legit dan manis, buah berjuluk "King of Fruits" ini juga bisa menambah cita rasa ketika diolah menjadi dessert hingga topping minuman segar.

Namun di balik kenikmatannya, durian sering kali dianggap sebagai biang kerok meningkatnya kadar kolesterol. Lantas apakah benar makan durian bisa membuat kolesterol jadi tinggi?

Baca Juga

Pakar gizi masyarakat dari IPB University, Prof Ali Khomsan mengatakan bahwa durian bukan penyebab langsung kolesterol tinggi pada orang yang sehat. Namun bagi individu yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, sebaiknya konsumsi durian dibatasi.

"Kalau Anda memiliki kolesterol tinggi, makan durian tetap harus berhati-hati. Tapi kalau kita ini orang sehat, maka durian itu tidak ujug-ujug akan memicu timbulnya kolesterol," kata Prof Ali dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa durian merupakan buah yang kaya zat gizi termasuk karbohidrat, serat, vitamin C, kalium, dan gula. Selain itu durian juga mengandung lemak tak jenuh yang umumnya ditemukan pada bahan pangan nabati.

photo
Ilustrasi kolesterol. - (Foto : MgRol112)

 

Menurut Prof Ali, kolesterol tinggi umumnya muncul akibat pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang. Kondisi itu dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap berbagai jenis makanan dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

"Kalau Anda orang sehat, menikmati durian itu nikmati saja. Tetapi ketika dokter sudah mengatakan Anda kolesterolnya tinggi, maka makan durian itu tetap harus diwaspadai dengan jumlah yang secukupnya," kata dia.

Prof Ali menjelaskan alasan mengapa sebagian orang mengeluhkan pusing atau sakit kepala setelah mengonsumsi durian. Kondisi tersebut menurutnya bukan disebabkan oleh kolesterol, melainkan karena kandungan gula, kalium, serat, dan lemak yang dapat memicu sensasi pusing pada beberapa individu.

Selain itu, durian termasuk buah yang bersifat hipertermia sehingga dapat menimbulkan sensasi panas pada tubuh setelah dikonsumsi. Untuk memperoleh manfaatnya tanpa menimbulkan risiko kesehatan, ia menyarankan konsumsi durian dalam jumlah wajar, sekitar 100 gram daging buah per hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement