Sabtu 06 Jun 2026 14:09 WIB

Kloning Suara Makin Ngeri, Android Luncurkan Fitur Deteksi Panggilan Palsu

Pelaku bisa meniru suara seseorang dengan sangat mirip.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Spoofing nomor telepon kini menjadi salah satu kejahatan siber yang perlu diwaspadai.
Foto: Dok. Magnific
Spoofing nomor telepon kini menjadi salah satu kejahatan siber yang perlu diwaspadai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spoofing nomor telepon kini menjadi salah satu kejahatan siber yang perlu diwaspadai. Teknik ini digunakan penipu untuk memalsukan nomor telepon agar terlihat seperti berasal dari kontak yang dikenal korban, seperti keluarga, teman, atau bahkan institusi resmi.

Biasanya, penipu menggunakan perangkat lunak berbasis internet untuk mengalihkan panggilan sehingga nomor yang tampil di layar korban terlihat familier. Akibatnya, korban lebih mudah percaya dan mengangkat telepon.

Baca Juga

Selain spoofing, penipu kini juga memanfaatkan teknologi Al voice cloning atau deepfake suara. Dengan teknologi ini, pelaku bisa meniru suara seseorang dengan sangat mirip, termasuk intonasi, nada bicara, hingga gaya berbicara.

Kombinasi spoofing nomor dan deepfake suara membuat penipuan telepon semakin sulit dikenal. Panggilan bisa muncul seolah-olah berasal dari yang tersimpan di ponsel korban dan suara yang terdengar di telepon bisa benar-benar mirip dengan orang yang dikenal korban. Padahal, itu semua adalah bagian dari upaya penipuan.

photo
Ilustrasi scamming. - (dok Freepik)

 

Merespons ancaman ini, Google memperkenalkan fitur keamanan baru di Android bernama deteksi panggilan palsu yang dirancang untuk melindungi pengguna dari penipuan siber termasuk spoofing dan deepfake. Fitur ini menggunakan verifikasi antar perangkat berbasis Rich Communication Services (RCS) dan bekerja di dalam apikasi Phone by Google.

"Saat saling terhubung di Phone by Google, perangkat akan melakukan verifikasi secara real time untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat kontak yang sah," demikian pernyataan Google, dilansir laman Engadget, Sabtu (6/6/2026).

Apabila panggilan tersebut berasal dari penipu, maka sinyal verifikasi tidak akan muncul. Sistem kemudian akan memeriksa langsung ke perangkat asli tersebut, Jika perangkat asli menyatakan tidak sedang melakukan panggilan, pengguna akan mendapat peringatan di layar untuk segera mengakhiri panggilan.

“Fitur ini aktif secara default, berjalan di latar belakang, menggunakan enkripsi end-to-end, dan tetap menjaga privasi pengguna,” kata Google.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi