REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Varian Covid-19 terbaru yang disebut Cicada memunculkan kekhawatiran karena telah menyebar di 25 negara, dan banyak menyerang anak. Lantas seberapa ganas varian ini?
Pakar mikrobiologi Klinik UGM Prof Tri Wibawa mengatakan tidak ada yang data yang menujukkan Cicada lebih ganas dibandingkan varian sebelumnya. Hingga saat ini varian ini belum terdeteksi di Indonesia.
Prof Tri menerangkan SARS-CoV-2 strain Omicron BA.3.2 atau disebut varian Cicada muncul pertama kali di Afrika Selatan pada November 2024. Varian ini sempat tidak terdeteksi, hingga kembali muncul dan pada Februari 2026 dan telah dilaporkan di 25 negara.
"Data yang ada tidak menunjukkan indikasi Cicada lebih ganas dibandingkan strain sebelumnya seperti Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron," kata Prof Tri dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Dari sisi medis, Prof Tri menyebut belum ada perbedaan signifikan antara varian Cicada dengan varian Covid-19 lainnya. Hal ini juga tercermin dari gejala yang ditimbulkan pada pasien.
"Tidak ada gejala spesifik yang membedakan pasien yang terinfeksi Cicada dengan pasien Covid-19 lainnya. Gejala bisa bervariasi, mulai dari ringan seperti influenza hingga berat, tergantung kondisi kesehatan dan imunitas pasien," kata Prof Tri.