Rabu 25 Mar 2026 10:02 WIB

Aksi 7 Anjing Viral di Medsos, Diduga Kabur dari Penjual Daging

Pusat penampungan anjing menyatakan ketujuh anjing ini berasal dari desa yang sama.

Anjing (ilustrasi). Kisah tujuh ekor anjing yang diduga kabur dari penjual daging anjing viral di media sosial (ilustrasi).
Foto: Dok. Freepik
Anjing (ilustrasi). Kisah tujuh ekor anjing yang diduga kabur dari penjual daging anjing viral di media sosial (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah kisah tujuh ekor anjing di timur laut China yang diduga berhasil melarikan diri dari cengkeraman pencuri yang menjual daging anjing. Kisah pelarian ini menjadi viral dengan total penayangan mencapai lebih dari 230 juta kali.

Semua bermula pada 16 Maret, ketika seorang warganet bermarga Lu sedang berkendara di jalan raya yang sibuk di Changchun, Provinsi Jilin, China. Dia tertegun melihat pemandangan yang tidak biasa. Ada sekelompok anjing berjalan beriringan dengan formasi yang sangat teratur.

Baca Juga

Dalam rekaman video yang diunggahnya, terlihat jelas bagaimana kelompok ini bergerak melindungi satu sama lain. Seekor anjing jenis German Shepherd yang terluka berada di tengah, dikelilingi oleh rekan-rekannya, sementara seekor Corgi kecil di barisan depan terus-menerus menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada satu pun anggota kelompok yang tertinggal.

Kelompok anjing tersebut terdiri atas berbagai ras, mulai dari Golden Retriever, Labrador, hingga Pekinese. Lu, yang mencoba mengarahkan mereka ke tempat aman namun diabaikan oleh para anjing yang fokus pada tujuan tersebut, menceritakan pengamatannya kepada media lokal Dahe Daily.

photo
Sejumlah orang pecinta hewan menggelar aksi damai di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2024). Aksi damai tersebut digelar untuk mendesak penghentian perdagangan serta penolakan konsumsi daging kucing dan anjing yang masih marak di sejumlah wilayah di Indonesia. Mereka meminta dukungan anggota dewan selaku wakil rakyat untuk mendukung penghentian perdagangan daging anjing dan kucing sekaligus memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap hewan domestik. - (Republika/Prayogi)

 

“Mereka menyerupai sekelompok saudara kecil yang sedang dalam kesulitan, bergerak secara serempak, sama sekali tidak seperti anjing jalanan,” ujar Lu dikutip dari laman South China Morning Post pada Selasa (24/3/2026).

Pusat Penampungan Anjing Terlantar Bitter Coffee melaporkan bahwa ketujuh anjing ini ternyata berasal dari desa yang sama. Mereka terbiasa bermain dan berkeliling bersama, sehingga telah membentuk persahabatan yang kokoh. Seorang relawan menyatakan bahwa anjing-anjing ini kemungkinan besar dicuri oleh oknum yang bekerja untuk toko daging anjing. Diduga kuat, mereka berhasil melompat keluar dari truk pengangkut atau melarikan diri dari tempat penampungan sementara, meskipun tidak ada saksi mata yang melihat proses pelarian awal mereka.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement