Senin 09 Mar 2026 23:34 WIB

Kenali Batas Kemampuan Tubuh Saat Mudik, Jangan Paksa Berkendara

Pemudik diimbau tak memaksakan diri terus berkendara demi cepat tiba di kampung.

Pemudik berada di dalam mobil saat mengantre untuk memasuki kapal feri di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Ahad (7/4/2024). Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri mengingatkan para pengendara untuk memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pemudik berada di dalam mobil saat mengantre untuk memasuki kapal feri di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Ahad (7/4/2024). Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri mengingatkan para pengendara untuk memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri mengingatkan para pengendara untuk memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan. Menurut Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, kondisi tubuh yang lelah merupakan faktor risiko utama kecelakaan di jalan raya.

Dia mengimbau para pemudik untuk bersikap jujur terhadap kondisi fisik masing-masing dan tidak memaksakan diri terus berkendara demi mengejar target waktu tiba di kampung halaman. "Kalau sudah capek, langsung menepi ke kiri. Tidak perlu menunggu sampai rest area," ujarnya dalam konferensi pers persiapan mudik 2026 bersama BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Baca Juga

Untuk mendukung keselamatan pemudik, Korlantas Polri telah menyiapkan tim khusus yang akan berpatroli secara perlahan di sepanjang jalur mudik. Tim tersebut terdiri dari unsur kepolisian, ambulans dari tenaga kesehatan, serta kendaraan derek. Tim ini bertugas mengantisipasi kecelakaan fatal maupun insiden yang dapat menghambat kelancaran arus mudik. Strategi tersebut telah disiapkan secara matang oleh pimpinan sebagai bagian dari pengamanan operasi mudik.

Selain itu, Polri juga akan memberikan pemberitahuan dan imbauan kepada para pengguna rest area terkait batas maksimal waktu penggunaan fasilitas tersebut. Langkah itu dilakukan agar terjadi pergantian pengguna dan tidak menimbulkan kepadatan.

photo
Seseorang sedang mengemudikan mobil (ilustrasi). - (www.freepik.com)

 

Sandhi mencontohkan pengalaman pada 2019 saat bertugas di Jawa Tengah. Saat itu, rest area KM 429 menjadi titik favorit sebelum adanya rest area KM 456–459. Banyak pengendara berbondong-bondong menuju lokasi tersebut hingga menyebabkan kemacetan panjang.

"Dari pengalaman itu, kami akan menerapkan imbauan terkait batas maksimal waktu penggunaan rest area agar bisa bergantian dan tidak terjadi penumpukan kendaraan," ujarnya.

Sandhi juga berpesan kepada para pemudik untuk menjaga stamina selama perjalanan mudik maupun arus balik. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi faktor utama keselamatan di jalan.

"Caranya macam-macam, ada yang minum vitamin, suplemen, berhenti sejenak, atau mendengarkan musik, tetapi, yang terpenting stamina terjaga agar tetap fokus dan konsentrasi," kata dia.

photo
Sejumlah pemudik sepeda motor memasuki kapal di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, Rabu (24/12/2025) dini hari. - (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement