Kamis 26 Feb 2026 13:42 WIB

Kunci Anak Tetap Bugar Saat Belajar Puasa

Sering kali anak yang baru belajar berpuasa mengalami kekurangan nafsu makan.

Anak berpuasa (ilustrasi). Ada beberapa cara bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sudah mulai belajar berpuasa.
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Anak berpuasa (ilustrasi). Ada beberapa cara bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sudah mulai belajar berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu tantangan yang dihadapi orang tua selama Ramadhan adalah memastikan kebutuhan gizi harian anak tetap terpenuhi agar tumbuh kembangnya tidak terganggu. Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr Afiffa Mardhotillah, Sp. A, membagikan beberapa cara bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sudah mulai belajar berpuasa.

"Beberapa hal yang perlu dipastikan adalah usia dan kesiapan mental anak. Pastikan si kecil sudah cukup matang serta pastikan anak dalam kondisi sehat," kata dr Afiffa di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga

Sering kali anak yang baru belajar berpuasa mengalami kekurangan nafsu makan dan meningkatnya risiko terkena dehidrasi atau kurang cairan tubuh. Menurut dokter yang bekerja di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu, anak usia sekolah membutuhkan cairan sekitar satu sampai dua liter per hari tergantung pada berat badannya.

Dalam hal ini, orang tua dapat memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi. Ajak anak untuk rajin minum air putih atau cairan lainnya.

Dokter Afiffa menyebut ajakan untuk meminum cairan boleh dibagi secara harian menjadi 25 persen saat berbuka, 25 persen saat makan malam, 25 persen saat ingin tidur, dan 25 persen saat sahur. "Jika bosan minum air putih, infused water yang dicampur buah mungkin dapat menjadi solusi," kata dia.

Dari sisi pemenuhan gizi melalui makanan, orang tua dapat memastikan jumlah karbohidrat, protein, lemak, dan serat seimbang. Jika memungkinkan, utamakan asupan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, kentang, oats, dan lain-lain agar anak tidak cepat lapar.

Dia menganjurkan untuk menghindari sahur atau berbuka puasa dengan makanan atau minuman tinggi gula agar tidak terjadi lonjakan gula darah yang terlalu cepat. Untuk memenuhi kebutuhan protein, setidaknya orang tua perlu memberikan 10 sampai dengan 15 persen dari total kalori harian anak-anak. Sementara untuk menunya, boleh disesuaikan dengan jenis masakan yang disukai oleh anak agar puasanya lebih bersemangat.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement