REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelaku industri optik mulai membidik segmen perempuan berhijab sebagai ceruk pasar yang kian spesifik. Pertumbuhan populasi muslimah aktif dengan mobilitas tinggi mendorong kebutuhan kacamata yang tidak hanya fungsional, tetapi juga nyaman digunakan bersama hijab.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi perempuan berhijab terbesar di dunia. Aktivitas yang padat, termasuk saat Ramadhan, membuat aspek kenyamanan tangkai, stabilitas frame, dan kemudahan lepas–pasang menjadi pertimbangan utama dalam memilih kacamata.
Tren ini direspons sejumlah peritel optik dengan menghadirkan kurasi produk yang lebih terarah. Optik Tunggal, misalnya, meluncurkan koleksi agnès b. Hijab Series yang dikurasi untuk pasar Indonesia dan sudah diperkenalkan secara digital menjelang Ramadhan.
Direktur Operasional Optik Tunggal Doli Rosmiaty mengatakan, perusahaan melihat kebutuhan konsumen perempuan berhijab semakin beragam, terutama terkait kenyamanan penggunaan harian. Ramadhan dinilai menjadi momentum yang relevan untuk memperkenalkan pendekatan tersebut. “Kami memahami bahwa perempuan Indonesia memiliki aktivitas yang dinamis, termasuk saat Ramadan. Melalui koleksi terbaru, kami ingin menghadirkan pilihan koleksi yang nyaman digunakan dan tetap selaras dengan karakter personal masing-masing individu,” kata Doli, Selasa (24/2/2026).
Secara desain, kata dia, koleksi ini menonjolkan tangkai yang menyatu dari bagian depan hingga belakang frame dengan permukaan halus dan proporsi seimbang. Dukungan nosepad dirancang untuk membantu menjaga posisi frame tetap stabil saat digunakan dalam berbagai aktivitas, termasuk penggunaan headset atau masker.
Doli menambahkan, kenyamanan menjadi faktor utama dalam proses kurasi untuk segmen ini. “Kami melihat bahwa kenyamanan dalam penggunaan kacamata adalah faktor utama bagi konsumen perempuan berhijab. Kami berharap koleksi ini dapat memberikan pengalaman visual yang lebih tenang selama Ramadan,” kata Doli.
Langkah ini mencerminkan strategi industri optik dalam memperluas segmentasi pasar di tengah persaingan ritel yang semakin ketat. Pendekatan berbasis kebutuhan spesifik konsumen dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan di pasar domestik.