Selasa 24 Feb 2026 04:43 WIB

Ghost in the Cell, Film dengan Ensemble Cast Terbanyak Joko Anwar

Lebih dari 30 aktor terlibat dan memiliki peran penting dalam cerita.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Jajaran filmmaker dan pemain film horor komedi Ghost in the Cell dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Foto: Dok. Republika/Gumanti Awaliyah
Jajaran filmmaker dan pemain film horor komedi Ghost in the Cell dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah produksi Come and See Pictures mempersembahkan film horor komedi berjudul Ghost in the Cell. Ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, film ini hadir sebagai respons atas berbagai masalah sosial dan politik yang terjadi di Indonesia.

Joko mengatakan latar penjara dipilih karena alasan yang kuat. Menurut dia, penjara merupakan miniatur yang tepat untuk merepresentasikan realitas kehidupan dan dinamika antara sipil dengan pemerintah.

Baca Juga

"Kami di Come and See Pictures kalau bikin film berdasarkan apa yang relevan di Indonesia sekarang. Kami merasa seperti terpenjara. Dan penjara itu kan miniatur dari kehidupan, dari society. Dan dinamika antara masyarakat dan pemerintah di setting penjara juga sangat kuat," kata Joko dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta, Senin (23/2/2026).

photo
Sutradara Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan dalam konferensi pers film Ghost in The Cell di Epicentrum, Jakarta, Jumat (25/7/2015). - (Dok. Republika/Gumanti Awaliyah)

 

Selain menjadi refleksi sosial-politik, film ini juga menjadi upaya Joko membicarakan trauma kolektif bangsa. la menilai masyarakat Indonesia cenderung tidak pernah membicarakan trauma kolektif, padahal hal tersebut penting agar kejadian tragis di masa lalu tidak terulang kembali.

"Bicara soal trauma kolektif kita sebagai bangsa, memang kita itu cenderung tidak mau membicarakannya. Padahal itu penting, supaya sekarang dan di masa depan tidak terulang lagi," kata Joko.

Joko mengatakan film ini mulai dikembangkan sejak 2018. Sejak awal, Joko dan tim juga mencoba membahas isu penting yang jarang dibicarakan, yakni deforestasi. la mengaku terpukul dan sedih ketika bencana akibat deforestasi benar-benar terjadi di Sumatera dan Aceh beberapa waktu lalu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement