Sabtu 24 Oct 2026 15:26 WIB

Ini Tujuh Kelompok yang Rawan Cedera Saat Ikut Hyrox

Hyrox dinilai tidak cocok untuk semua orang.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Hyrox (ilustrasi). Olahraga ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan yang tidak terkontrol, termasuk gangguan jantung.
Foto: Dok. Magnific
Hyrox (ilustrasi). Olahraga ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan yang tidak terkontrol, termasuk gangguan jantung.

JAKARTA -- Hyrox belakangan ini digandrungi kalangan muda yang ingin mencari tantangan kebugaran baru. Namun, di balik tantangan yang menguji kekuatan dan daya tahan tubuh, olahraga ini juga memiliki risiko cedera, terutama pada sendi dan otot.

Dokter spesialis ortopedi dr Srikanth mengatakan Hyrox menuntut tubuh bekerja keras untuk menghasilkan kecepatan sekaligus menahan beban. Karena itu, peserta perlu menjalani persiapan fisik yang memadai sebelum mengikuti kompetisi.

Baca Juga

"Hyrox diperuntukkan bagi orang-orang yang telah menjalani latihan yang memadai. Olahraga ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki masalah kesehatan yang tidak terkontrol, termasuk gangguan jantung," kata dr Srikanth dilansir laman Hindustan Times, Jumat (23/10/2026).

Aktivitas ini juga tidak cocok bagi orang-orang yang sering mengalami nyeri otot atau sendi. Pasalnya menurut dr Srikanth, sejumlah bagian tubuh mendapat tekanan besar selama latihan, mulai dari lutut hingga punggung bagian bawah. 

la menjelaskan gerakan berlari, lunges, dan melempar bola ke dinding secara berulang dapat memberikan tekanan pada sendi lutut, termasuk tempurung lutut dan meniskus, jaringan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan. Punggung bagian bawah juga rentan mengalami cedera. Gerakan mendorong dan menarik kereta luncur, serta membawa beban membutuhkan otot inti yang kuat dan stabil.

"Ketika otot inti mulai kelelahan, punggung sering kali akhirnya mengambil alin pekerjaan yang sebenarnya tidak dirancang untuk ditanggungnya," kata dr Srikanth.

Pinggul dan selangkangan juga berisiko mengalami cedera, terutama akibat gerakan lunges dan latihan menggunakan sled. Cedera regangan pada otot fleksor pinggul dan adduktor atau otot paha bagian dalam cukup sering terjadi.

Sementara itu, pergelangan kaki dan tendon Achilles menerima benturan saat berlari serta tekanan ketika kaki mendorong sled. Beban berlebihan pada area tersebut dapat menyebabkan tendinitis atau gangguan tendon dan nyeri tulang kering.

"Bahu dan pergelangan tangan turut mengalami tekanan saat mendayung, menarik sled, melakukan burpee, dan melempar wall ball. Risiko cedera meningkat ketika peserta kelelahan dan teknik gerakannya mulai memburuk," kata dia. Dari sisi otot, paha depan, paha belakang, betis, bokong, serta otot di sekitar tulang belakang merupakan kelompok yang paling banyak bekerja dan rentan mengalami cedera regangan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi