REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musikal Perahu Kertas akhirnya berlayar di atas panggung Ciputra Artpreneur, Jakarta, dan akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dengan total 21 pertunjukan. Mengangkat semangat "Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi, Musikal Perahu Kertas" menghadirkan cerita tentang perjalanan hidup, pilihan, dan keberanian untuk tetap setia pada mimpi di tengah realita.
Di panggung musikal, Perahu Kertas merangkum perjalanan Kugy dan Keenan, dua karakter yang sama-sama lahir dengan darah seni dan harus menghadapi pergulatan dalam meraih mimpi mereka. Kugy, perempuan pengkhayal penuh mimpi, menulis dunia kecilnya lewat dongeng dan kata-kata. Sementara Keenan, lelaki yang cerdas dan artistik, mengungkapkan imajinasinya melalui kanvas dan warna. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan.
Republika berkesempatan menonton musikal ini pada Jumat (30/1/2026) malam. Pementasan yang berlangsung selama tiga jam itu, berhasil mengemas pasang-surut hubungan Kugy dan Keenan dengan manis dan apik. Alya Syahrani serta Dewara Zaqqi juga tampil memikat kala menghidupkan karakter Kugy dan Keenan.
Pertunjukan ini dibagi ke dalam dua babak. Act pertama mengisahkan pertemuan tak terduga Kugy dan Keenan di sebuah kampus hingga akhirnya mereka terpisah; Keenan terpaksa berhenti kuliah dan pindah ke Bali untuk mengejar mimpinya jadi pelukis.
Lalu di Act kedua, Kugy dan Keenan yang sudah menghadapi realita masing-masing, kembali bertemu. Meski keduanya telah memiliki kekasih, chemistry Kugy dan Keenan tenyata masih sangat kuat. Dewa Neptunus tampaknya memiliki cara tersendiri untuk menyatukan lagi dua agen Neptunus ini.
Melalui dialog yang mengena, set panggung yang megah, serta 21 lagu termasuk "Perahu Kertas", "Miliaran Manusia", "Agency", "Dua Manusia", "Tahu Diri", dan "Langit Amat Indah", kisah Kugy-Keenan rasanya memiliki nyawa baru. Hidup kembali dalam semesta baru, tak cuma film dan novel.
Bukan cuma Kugy dan Keenan, kehadiran pemeran pendukung di musikal ini juga patut diacungi jempol. Karakter Eko yang diperankan Fathur Ojak dan Noni yang diperankan Putri Indam Kamila, sukses memberikan sentuhan komedi ringan yang semakin menghidupkan suasana.